BeritaInternasional

Jenderal Somalia dan Pengawalnya Tewas dalam Serangan Bom Mobil al Shabaab

SOMALIA (Jurnalislam.com) – Seorang jenderal Somalia dan beberapa pengawalnya tewas setelah konvoi militer mereka dihantam oleh ledakan bom mobil yang diakui oleh mujahidin Al-Shabaab, lansir Aljazeera, Ahad (18/09/2016).

Jenderal Mohamed Roble Jimale, yang juga dikenal sebagai “Goobaanle”, dan beberapa tentara Somalia tewas dalam serangan di ibukota Somalia, Ahad, kolonel polisi Abdikadir Farah mengatakan kepada kantor berita Reuters.

“Ada ledakan berat yang disebabkan oleh mobil sarat bahan peledak di sepanjang jalan industri, beberapa anggota militer tewas dalam insiden termasuk seorang komandan senior,” pejabat keamanan Abdiaziz Mohamed mengatakan kepada kantor berita AFP.

Jenderal Mohamed Roble Jimale adalah komandan tentara Brigade Ketiga. Dia telah berperang melawan mujahidin al-Shabab sejak tahun 2007, memimpin pasukan yang memerangi jihadis di beberapa lingkungan ibukota sampai al Shabaab mundur dari Mogadishu pada tahun 2011.

Serangan itu terjadi setelah konvoi meninggalkan rumah sakit militer dan menuju ke kantor kementerian pertahanan. Saksi mata mengatakan kendaraan sedang bergerak di jalan saat kendaraan lain menabraknya, menyebabkan ledakan besar.

“Ledakan itu sangat besar, saya melihat asap dan api membayangi seluruh wilayah,” kata saksi Abdi Hassan.

Serangan itu diklaim oleh al-Shabaab dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh stasiun radio resmi kelompok, Andalus.

“Seorang pejuang mujahid syahid saat bom mobil menewaskan Jenderal Goobaanle,” menyebut nama panggilan sang jenderal.

Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud mengirim ucapan belasungkawa kepada keluarga jenderal, kata juru bicaranya.

Al-Shabaab sering meluncurkan serangan untuk menggulingkan pemerintah korup Somalia yang didukung Barat (AS dan sekutunya).

Al-Shabaab juga telah melakukan serangan berulang-ulang di negara tetangga Kenya.

Sebuah analisis militer baru-baru ini mengumumkan bahwa al Shabaab memperluas jangkauannya dengan sel aktif di Djibouti, Ethiopia, Tanzania dan Uganda.

Related Articles

Back to top button