Internasional

Dapat Dukungan Serangan Udara Rusia, Milisi Komunis PYD Berusaha Kuasai Barat Laut Suriah

ANKARA (Jurnalislam.com) – Rusia memberikan dukungan udara untuk milisi komunis PYD, afiliasi Suriah dari organisasi teroris PKK, yang memungkinkan PYD berusaha kendalikan atas wilayah yang terletak di antara kota-kota Suriah utara Azaz dan Jarablus dekat perbatasan dengan Turki, lansir Anadolu Agency, Senin (30/11/2015).

Setelah pesawat perang Rusia dijatuhkan Turki dari akibat melanggar wilayah udara pada 24 November, Rusia meningkatkan serangan udara yang memungkinkan PYD menguasai wilayah di daerah antara Azaz dan Jarablus – di mana Turki menginginkan dibentuknya "zona aman" bagi pengungsi Suriah.

Selama lima hari terakhir, PYD – dengan didukung serangan udara Rusia – telah menargetkan wilayah Azaz yang dikuasai koalisi pejuang Suriah.

PYD berharap untuk menghubungkan dua daerah di sekitar kota Afrin dan Ayn al-Arab, yang keduanya di provinsi Aleppo Suriah.

Kabupaten di utara Aleppo yang dikuasai pejuang koalisi Suriah, yaitu Deir Jamal, Maryaman, Malikia dan Ziara baru-baru ini menjadi sasaran serangan udara Rusia dan serangan oleh Pasukan Demokratik Suriah, sebuah kelompok payung YPG, sayap militer PYD.

Pada hari Ahad, sumber-sumber lokal mengatakan pejuang oposisi telah menguasai desa Kashtear dan Tanab di Aleppo utara menyusul pertempuran dengan PYD.

Pada bulan Juni, PYD berhasil memperluas wilayah di bawah kendali mereka setelah menguasai Tel Abyad – daerah yang terutama dihuni oleh orang-orang Arab dan Turkmen.

Namun untuk menggabungkan Ayn al-Arab dengan wilayah Afrin, PYD pertama-tama harus merebut kontrol atas daerah Jarablus yang dikuasai IS dan Azaz yang dikendalikan koalisi pejuang Suriah.

Sebelas hari setelah Rusia pertama kali meluncurkan serangan udara, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Bogdanov bertemu dengan wakil PYD di Paris.

Pada 21 Oktober, Bogdanov bertemu dengan ketua PYD yang lain, di Moskow.

Pertemuan itu diikuti oleh pengumuman bahwa kantor PYD akan segera dibuka di Moskow.

Pada tanggal 23 Oktober, Putin menyerukan rezim Assad dan PYD untuk bergabung melawan musuh bersama mereka.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button