BeritaHeadline NewsIndonesian NewsInternasional

Hamas Kutuk Tuduhan Saudi dan Iran

qasamGAZA (Jurnalislam.com) – Faksi perlawanan Palestina, Hamas, mengutuk intelijen Arab Saudi dan penasihat Iran yang menuduhnya menabur kekacauan di wilayah tersebut dan berusaha masuk ke dalam perundingan dengan Israel, lansir World Bulletin Senin (11/07/2016).

Berbicara pada pertemuan tokoh-tokoh oposisi Iran di Paris pada Sabtu, mantan kepala intelijen Saudi, Pangeran al-Faisal, mengatakan bahwa pemerintah Iran mendukung sejumlah kelompok, termasuk Hamas Palestina dan Islamic Jihad, Syiah Hizbullah Libanon dan Al-Qaeda, dengan tujuan menabur ketidakstabilan regional.

Tuduhan tidak berdasar tersebut muncul di tengah ketegangan yang sedang berlangsung antara Arab Saudi dan Iran saat Riyadh memutuskan hubungan diplomatik dengan Teheran awal tahun ini setelah dua misi diplomatiknya di Iran diserang oleh pengunjuk rasa Iran akibat eksekusi pemerintah Saudi terhadap seorang tokoh Syiah terkemuka.

Dalam sebuah pernyataan hari Ahad, Hamas mengecam keras pernyataan al-Faisal sebagai serangan untuk rakyat Palestina dan bangsa Palestina.

“Semua orang tahu Hamas adalah kelompok perlawanan Muslim Palestina dengan agenda yang seluruhnya tentang Palestina yang ditujukan untuk melayani kepentingan rakyat Palestina dan perjuangan mereka,” kata kelompok itu.

Hamas, yang menguasai Jalur Gaza yang diblokade sejak tahun 2007, melanjutkan untuk menegaskan kembali bahwa ia berusaha menyeimbangkan hubungan dengan Arab Saudi dan negara-negara Arab.

hamassssTahun lalu, kepala Hamas Khaled Meshaal memimpin delegasi tingkat tinggi ke Arab Saudi untuk melakukan pembicaraan dengan para pejabat Saudi.

Hamas juga menolak keras pernyataan yang dibuat oleh Khosro Orouj, penasehat Pengawal Revolusi Syiah Iran, yang menuduh Hamas ingin masuk ke dalam pembicaraan dengan Israel meskipun Hamas telah lama bersumpah untuk tidak pernah bernegosiasi dengan negara Yahudi.

Dalam pernyataan terpisah yang dikeluarkan hari Ahad, Hamas menggambarkan tuduhan Orouj sebagai fitnah, tidak berdasar dan tanpa kebenaran.

“Hamas akan tetap berada di garis depan perlawanan Muslim Palestina sampai tibanya pembebasan seluruh Palestina yang bersejarah bagi umat Islam dari penjajah Yahudi Israel dan kembalinya (para pengungsi Palestina) ke negerinya,” kata pernyataan itu.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button