Sosok Ahmad Surkati di Mata Ridwan Saidi
JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sosok pendiri Al Irsyad Al Islamiyyah, Ahmad Surkati memiliki banyak kenangan di semua orang. Termasuk Sejarawan Betawi, Ridwan Saidi.
Babe, sapaan akrabnya menjelaskan, semasa hidupnya Ahmad Surkati adalah orang yang tidak mudah dibeli oleh penjajah Belanda ataupun Jepang.
“Saat matanya sakit sampai diminta ke Belanda untuk berobat gratis, dia tolak. Sampai wafat dalam keadaan matanya tidak melihat,” katanya kepada Jurnalislam di sela-sela acara napaktilas ‘Melacak Jejak Surkati di Betawi’, Sabtu (22/6/2019).
Selain itu, Ahmad Surkati juga mengajarkan pembaharuan dalam berpikir. Memberantas mental budak.
“Masyarakat diajarkan berpikir kritis untuk membasmi mental budak Belanda dan Jepang,” ujarnya.
Ahmad Surkati banyak membina generasi muda yang tergabung dalam Jong Islamic Bond (JIB) yang melahirkan tokoh Masyumi era kemerdekaan.
Ridwan Saidi menceritakan, kehidupan AhmadSurkati sangat mandiri. “Saat tinggal di Pekojan, dia selalu ngontrak, pindah-pindah rumah dari gang kecil ke gang kecil lainnya.”



