Pasukan Irak Mulai Lancarkan Operasi Militer untuk Rebut Mosul dari IS

IRAK (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak melancarkan operasi pada Selasa untuk merebut kembali sebuah kota di utara dari IS, sebagai batu loncatan dalam operasi untuk merebut kembali kota utama Mosul sebelum akhir tahun, Aljazeera melaporkan Selasa (20/09/2016).
Puluhan ribu warga sipil diperkirakan terjebak di Sherqat, yang terletak di Sungai Tigris 100 km dari sebelah selatan kota kedua terbesar Irak tersebut. Sherqat telah dikelilingi oleh pasukan Irak dan milisi yang bersekutu dengan pemerintah.
Para pejabat telah memperingatkan munculnya bencana kemanusiaan selama berbulan-bulan, ketika penduduk yang hidup di bawah Islamic State (IS) mengatakan persediaan makanan telah berkurang dan harga-harga melonjak.
“Operasi untuk membebaskan Sherqat dimulai pada pukul 5:30 am [0230 GMT] dari beberapa arah … dengan dukungan pasukan koalisi,” kata juru bicara Komando Operasi Gabungan Yahya Rasool kepada kantor berita AFP.
“Kami membuat kemajuan yang baik. Sherqat merupakan daerah yang penting, kita tidak bisa bergerak di Mosul jika IS masih mengontrol Sherqat.”
Ahmed al-Assadi, juru bicara pasukan paramiliter, mengatakan operasi “Sherqat Dawn (Fajar Sherqat)” bertujuan untuk “mengusir para pasukan IS dari tanah Irak.”
Tentara Irak, didukung oleh polisi setempat dan pejuang suku Sunni, mengambil posisi dari lima arah pada hari Selasa dan maju melalui lima desa, tetapi pada tengah hari mereka masih berada sekitar 13km dari pusat kota, para pejabat mengatakan kepada kantor berita AP.
Ada sedikit perlawanan sejauh ini, selain dari beberapa bom yang ditanam di sepanjang jalan.
Pasukan Irak juga bergerak untuk merebut kembali dua daerah di provinsi barat Anbar, Perdana Menteri Haidar al-Abadi mengatakan dalam pesan televisi dari New York, saat dia menghadiri Sidang Umum PBB.
“Operasi ini membuka jalan untuk membersihkan setiap inci dari tanah Irak dan, In sya Allah, akhirnya akan pembebasan kota Mosul,” katanya.
Abadi telah berulang kali berjanji untuk merebut kembali Mosul pada akhir tahun ini, dan komandan Irak meyakinkan tekanan bisa dimulai akhir Oktober, meskipun masih ada keraguan bahwa pasukan yang diperlukan akan siap.
Para pejabat Irak khawatir belum ada cukup perencanaan tentang bagaimana mengelola Mosul, yang seperti sebuah mosaik terdiri dari berbagai kelompok etnis dan sektarian, jika dan ketika IS telah dikalahkan.
