Internasional

Taliban: Tidak Ada Undangan Pembicaraan Damai

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com)Imarah Islam Afghanistan (Taliban) pada hari Rabu (24/02/2016) mengatakan bahwa tidak dihubungi secara resmi oleh rezim Kabul tentang dimulainya kembali pembicaraan langsung yang bertujuan mengakhiri perang, lansir World Bulletin, Rabu.

Pernyataan itu muncul sehari setelah putaran terakhir dialog di ibukota Afghanistan antara pejabat Afghanistan, Amerika Serikat, China dan Pakistan.

Para wakil dari empat negara tersebut meminta mujahidin untuk kembali ke meja perundingan dan mengatakan mereka mengharapkan proses pembicaraan dimulai pada pekan pertama bulan Maret.

"Kami tidak tahu hal ini, saya tidak akan mengatakan apa-apa tentang pembicaraan di Islamabad," kata juru bicara Taliban, Zabiullah Mujahid, dalam sebuah percakapan telepon.

"Kami tidak menerima undangan apa pun secara resmi dalam hal ini, kami hanya tahu dari media."

Putaran pertama pembicaraan langsung dengan Taliban berlangsung di kota resor Pakistan Murree Juli lalu, namun terhenti setelah berita wafatnya Amir Imarah Islam, Syeikh Mullah Umar.

Pengumuman, dan penunjukan pengganti Syeikh Mullah Umar, yaitu Syeikh Mullah Akhtar Mansour.

Prakarsa pembicaraan damai terbaru diusulkan rezim Kabul setelah mujahidin Taliban terus melancarkan Operasi Militer “Azm” hingga musim dingin yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh Afghanistan, menggarisbawahi situasi semakin memburuk lebih dari 14 tahun setelah pasukan multinasional dengan pasukan NATO-nya pimpinan AS melakukan agresi militer.

Pada bulan Januari, dalam sebuah seminar yang diselenggarakan oleh gerakan perdamaian Pugwash di Doha, Qatar, perwakilan Taliban mengatakan perundingan tidak dapat berlangsung sampai terjadinya penarikan sekitar 13.000 tentara NATO yang masih melakukan operasinya di Afghanistan.

"Kami juga telah menyatakan ketegasan sikap kami dalam konferensi Pugwash," kata Mujahid.

Baca juga:

Ringkasan Pernyataan Perwakilan Imarah Islam Afghanistan pada Konferensi Doha

Pembicaraan Damai Rezim Kabul dan Taliban Diharapkan pada Akhir Februari

Rezim Kabul, China, Pakistan dan AS Undang Taliban Pembicaraan Damai pada Bulan Maret

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button