Pejabat Irak: Banyak Warga Sipil Tewas dalam Operasi Militer di Fallujah
BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Arshad al-Salihi, kepala komite hak asasi manusia parlemen Irak, mengatakan bahwa banyak warga sipil tewas akibat serangan udara militer Irak dalam operasi Fallujah yang sedang berlangsung.
Dalam sebuah wawancara dengan Anadolu Agency yang diterbitkan hari Jumat (27/05/2016), Salihi, yang juga kepala Iraqi Turkmen Front, mengatakan bahwa terdapat puluhan ribu warga sipil yang tinggal di Fallujah.
Dia menambahkan bahwa mereka menderita di bawah tekanan kelompok IS (Islamic State) dan juga berjuang untuk bertahan di tengah serangan udara oleh pasukan Irak.
"Orang-orang ini terjebak antara IS dan serangan udara tentara Irak," kata Salihi, menegaskan bahwa pemerintah belum memberikan rute keluar dari daerah yang aman bagi warga sipil.
Pada tanggal 23 Mei, Perdana Menteri Irak Haidar al-Abadi mengumumkan peluncuran kampanye militer untuk merebut kembali kontrol Fallujah dari IS dengan partisipasi dari unit tentara Irak, kontra-terorisme, polisi federal, milisi Hashd al-Shaabi dan pejuang suku.
"Akan lebih baik bagi warga sipil dari Mosul dan Tal Afar untuk meninggalkan kedua kota tersebut saat ini," Salihi memperingatkan, mengatakan mereka mungkin menghadapi nasib yang sama dengan warga sipil Fallujah selama operasi serupa.
Fallujah terletak di sepanjang Sungai Efrat sekitar 50 kilometer (31 mil) barat Baghdad, – yang jatuh ke tangan IS pada awal 2014 – saat ini adalah rumah bagi sekitar 90.000 orang.
Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam



