Erdogan Peringatkan Putin Jangan “Bermain Api”
ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan agar Rusia tidak "bermain api" dalam mendukung rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad, lansir Aljazeera, Jumat (27/11/2015).
Berbicara pada hari Jumat, Erdogan merujuk ke pernyataan pemimpin Rusia Vladimir Putin sebelumnya yang mengatakan: "Mereka yang menerapkan standar ganda dalam terorisme sama saja bermain api".
"Mendukung rezim Assad yang mengklaim 380.000 jiwa di Suriah dan menerapkan terorisme negara, juga bermain api," kata Erdogan dalam pidato di provinsi Bayburt di timur laut Turki.
Erdogan mengatakan memukul kelompok oposisi Suriah yang memiliki legitimasi internasional dengan dalih memerangi Islamic State (IS) juga bermain api.
Tuduhan Rusia yang tidak pantas untuk melawan Turki dan menceritakan masalah tersebut ke warga Turki yang menghadiri pameran di Rusia juga bermain dengan api, kata Erdogan.
Dua puluh enam pengusaha Turki dibawa ke tahanan polisi di kota Krasnodar di Laut Hitam Rusia pada akhir Rabu, menurut sumber-sumber diplomatik Turki.
Menyinggung tentang tuduhan Putin bahwa Turki telah membeli minyak dari kelompok IS, Erdogan mendesak Rusia untuk membuktikannya.
"Turki tidak terhormat jika membeli minyak dari organisasi teroris," kata Presiden.
Presiden Turki juga mengatakan Rusia memperkuat hubungan militer di Suriah, menggunakan isu pesawat Selasa sebagai alasan.
"Rusia ada di sana sekarang Kami telah mengatakan berulang kali: 'Apa yang kalian lakukan di sana?' Mereka mengatakan rezim Suriah mengundang mereka.
"Sekarang ada sebuah negara tidak sah di Suriah di satu sisi dan sang pembunuh Assad yang menewaskan 380.000 orang, di sisi lainnya. Apakah Anda (Rusia) harus menerima undangannya? Anda memberi dia segala macam dukungan, "kata Erdogan.
"Apakah sah mendukung seorang pria yang melakukan teror negara?" Dia bertanya.
Membela jatuhnya pesawat perang pada hari Selasa, Erdogan mengatakan Turki tidak menghancurkannya dengan sengaja, mengatakan itu hanyalah reaksi otomatis terhadap pelanggaran perbatasan, dari aturan pelangaran batas.
"Rusia wajib membuktikan klaim mereka seperti yang Turki lakukan dengan gambar radar dan catatan suara, jika tidak mereka dinyatakan bersalah melakukan tuduhan kotor dan tidak adil."
Pada hari Selasa, sebuah pesawat Su-24 Rusia telah diperingatkan 10 kali dalam waktu lima menit sebelum ditembak jatuh, menurut militer Turki.
Pesawat itu jatuh di wilayah Bayirbucak Suriah dekat dengan distrik Yayladagi provinsi Hatay di selatan Turki. Pemerintah Rusia kemudian mengumumkan pesawat itu milik mereka.
NATO mengkonfirmasi keakuratan data radar jejak Turki yang jelas menunjukkan pelanggaran Rusia.
Ini bukan pertama kalinya jet tempur Rusia melanggar wilayah udara Turki. Pada awal Oktober, pesawat-pesawat tempur Rusia melanggar wilayah udara Turki.
Deddy | Aljazeera | Jurnalislam


