Internasional

Rusia Targetkan Anti Islamic State di Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Serangan Rusia pada faksi jihad Jaysh Al-Islam menunjukkan bahwa prioritas Rusia di Suriah bukan Islamic State (IS), Anadolu Agency melaporkan , Selasa (29/12/2015).

Sebaliknya, serangan Rusia telah difokuskan pada faksi faksi jihad dan oposisi moderat  anti-IS di Suriah. Rusia terus meluncurkan serangan udara pada koalisi mujahidin Suriah, oposisi moderat  dan warga sipil yang tinggal di daerah tersebut, dengan dalih "kontra-terorisme."

Sejak 30 September, ketika Rusia mulai melakukan serangan udara di Suriah, Turki dan sejumlah negara Barat telah memperingatkan Rusia untuk "menargetkan IS, bukan oposisi moderat (FSA)."

Kremlin, untuk sebagian, menyatakan serangan telah ditujukan IS. Presiden Rusia Vladimir Putin bahkan diduga memberikan dukungan udara untuk FSA dalam memerangi IS.

Namun kenyataan bertentangan dengan klaim Rusia, oposisi moderat, sejumlah faksi jihad, termasuk pada Jabhah Nusrah dan beberapa tentara Turkmen ditargetkan oleh pesawat tempur Rusia secara terus menerus.

Target Rusia terbaru adalah Jaysh al-Islam, kelompok anti Assad terbesar Suriah, yang berbasis di Damaskus.

Pada 25 Desember, Zahran Alloush, seorang komandan Jaysh al-Islam, terbunuh dalam serangan udara Rusia. Sumber-sumber lokal mengatakan suara pesawat tempur  tidak terdengar dalam melakukan serangan, mungkin serangan udara itu diluncurkan dari ketinggian yang sangat tinggi.

Russia’s Sputnik International media outlet mengatakan serangan itu dilakukan oleh pesawat-pesawat tempur Rusia, tetapi Kremlin maupun rezim Assad belum mengkonfirmasi laporan itu.

Jaysh al-Islam, yang berarti Tentara Islam, adalah koalisi pejuang Suriah berbasis di Damaskus dibentuk pada tahun 2013 oleh Zahran Alloush yang sebelumnya mendirikan Liwa al-Islam, basis utamanya di kawasan Ghouta Timur Damaskus.

Pada 2013, Liwa al-Islam bekerja sama dengan 49 faksi kecil lainnya membentuk Jaysh al-Islam. Kelompok ini adalah penggabungan militer yang paling dominan dan paling lengkap di sekitar Damaskus dengan hampir 9.000 pejuang.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam
 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button