Oposisi Moderat Suriah Batalkan Pertemuan Selasa dengan Utusan PBB
JENEWA (Jurnalislam.com) – Kelompok oposisi moderat utama Suriah mengatakan pada hari Selasa bahwa pihaknya tidak akan menghadiri pertemuan sore hari yang direncanakan dengan utusan khusus PBB, menambah lebih banyak keraguan tentang kelanjutan perundingan damai di Swiss, lansir World Bulletin, Selasa (02/02/2016).
"Tidak ada pertemuan dengan (Staffan) de Mistura," kata Farah Atassi, anggota Komite Negosiasi Tinggi (High Negotiations Committee-HNC) yang didukung Saudi.
"Kami telah menyatakan tuntutan. Saat ini, tidak ada alasan untuk bertemu lagi dengan de Mistura," katanya kepada wartawan di luar markas besar PBB di Jenewa.
Juru bicara PBB Khawla Mattar juga menegaskan bahwa "tidak akan ada pertemuan lagi hari ini" dengan de Mistura, yang bertemu dengan delegasi pemerintah Suriah Selasa pagi.
Pertemuan sore itu menjadi kedua kalinya delegasi oposisi bertemu dengan diplomat Swedia-Italia di markas PBB.
Pengumuman itu menyusul komentar kepala perunding pemerintah Bashar al-Jaafari bahwa pembicaraan damai tidak langsung secara resmi belum dimulai.
De Mistura mengatakan pada hari Senin bahwa pertemuan resmi pertamanya dengan HNC berarti bahwa negosiasi sedang berlangsung.
Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

