Perdana Menteri Turki: YPG dan PKK di Balik Serangan Bom
ANKARA (Jurnalislam.com) – Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan Kamis (18/02/2016) serangan Ankara dilakukan oleh YPG bom bunuh diri dari Suriah bekerjasama dengan milisi komunis PKK.
"Telah mengungkapkan bahwa serangan ini dilakukan oleh anggota organisasi teroris bekerjasama dengan anggota YPG yang menyusup (Turki) dari Suriah," kata Davutoglu wartawan di Ankara, membenarkan pembom adalah Suriah nasional bernama Saleh Najar dan mengatakan sembilan orang telah ditahan atas serangan itu, lansir Anadolu Agency Kamis.
Davutoglu mengacu pada Partai Pekerja Kurdistan yang dilarang (PKK) dan Suriah Kurdi Rakyat Unit Perlindungan (YPG), yang Turki baik anggap sebagai kelompok teror.
Davutoglu juga menegaskan bahwa penyerang, Saleh Najar, adalah nasional Suriah. Juga sembilan tersangka serangan-terkait telah ditahan.
Laporan sebelumnya mengatakan bahwa pihak berwenang Turki menduga bahwa bom mobil mematikan di jantung Ankara menargetkan kendaraan dinas militer dilakukan oleh nasional Suriah yang masuk Turki dengan pengungsi dan memiliki hubungan dengan pejuang Kurdi.
Serangan Rabu malam menewaskan 28 orang dan menyebabkan 61 terluka dalam terbaru dalam serangkaian serangan mematikan di Turki dalam beberapa bulan terakhir.
Polisi telah mengidentifikasi pembom sebagai Suriah bernama Saleh Nejar dari sidik jari yang diambil dari pengungsi yang menyeberangi perbatasan untuk melarikan diri dari perang lima tahun di Suriah, Yeni Safak dan harian Sozcu kata.
Laporan itu mengatakan ia tewas dalam ledakan itu, tanpa menentukan apakah ia telah bertindak sebagai pelaku bom bunuh diri.
Turki Wakil Perdana Menteri Numan Kurtulmus Rabu mengatakan tidak jelas siapa yang melakukan serangan tersebut tetapi berjanji penyebab akan ditemukan dengan cepat.
Serangan itu menghantam jantung di ibukota Turki, memukul daerah di mana markas tentara, parlemen dan kantor perdana menteri berada di dekat.
Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam



