Internasional

Azerbaijan dan Armenia Kembali Perang di Perbatasan, 30 Pasukan Tewas

AZERBAIJAN (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 30 tentara telah tewas dalam pertempuran antara pasukan Armenia dan Azerbaijan di sepanjang garis depan wilayah Nagorno-Karabakh yang diperebutkan, pejabat kedua negara tersebut mengatakan, lansir Aljazeera Sabtu (02/04/2016).

Kedua belah pihak saling menyalahkan atas pertempuran yang dimulai semalam (jumat malam).

Azerbaijan mengatakan pada hari Sabtu bahwa pasukan Armenia menewaskan 12 tentara dan menembak jatuh sebuah helikopter.

"Dua belas prajurit Azeri tewas dalam aksi dan helikopter ditembak jatuh oleh pasukan Armenia," kata kementerian pertahanan Azerbaijan dalam sebuah pernyataan, juga mengklaim bahwa pasukan Azeri menguasai "dua bukit strategis dan sebuah desa" di Karabakh.

Sementara itu pasukan Azeri menewaskan 18 tentara Armenia, kata Presiden Armenia Serzh Sarkisian.

"Dari pihak kami 18 tentara tewas dan sekitar 35 lainnya luka-luka," kata Sarkisian dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi, tidak disebutkan apakah tentara tersebut milik pasukan separatis yang didukung Yerevan di Karabakh atau angkatan bersenjata Armenia.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Armenia Artsrun Hovhannisyan menulis dalam posting Facebook bahwa pasukan Armenia di wilayah itu menembak jatuh sebuah helikopter militer Azeri, namaun klaim tersebut ditolak Azerbaijan.

"Pertempuran aktif saat ini sedang berjalan," kata Hovhannisyan. "Armenian Army telah meluncurkan serangan balik. Ada korban di kedua belah pihak, tapi pihak lawan menderita kerugian jiwa besar dan peralatan. Sebuah helikopter [Azerbaijan] telah ditembak jatuh."

Presiden Rusia Vladimir Putin, sementara itu, mendesak semua pihak untuk menghentikan pertempuran dan "menunjukkan upaya menahan diri", kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov seperti dikutip oleh kantor berita Rusia.

Nagorno-Karabakh telah berada di bawah kendali militer dan separatis Armenia sejak perang antara Armenia dan Azerbaijan berakhir pada tahun 1994. Negosiasi bertahun-tahun telah membawa sedikit kemajuan dalam menyelesaikan sengketa.

Pertempuran Sabtu tersebut adalah bentrokan terdahsyat sejak tahun 1994, kata David Babayan, juru bicara presiden separatis di kawasan itu.

Kementerian Pertahanan gadungan Nagorno-Karabakh mengatakan di Twitter bahwa Azerbaijan menyerang desa-desa dan unit militer Karabakh dengan artileri dan pasukan udara, menewaskan seorang anak dan melukai dua lainnya.

"Tentara Karabakh melakukan perlindungan yang efektif, menyebabkan kerugian serius bagi Azerbaijan. Kami menembak jatuh sebuah helikopter yang menyerang posisi kami," kata akun Twitter tersebut.

Kementerian Pertahanan Azerbaijan, dikutip media Rusia, mengatakan bahwa "informasi tentang helikopter yang jatuh itu bohong belaka dan semua kendaraan berada di tempat. Itu adalah provokasi lain dari pihak Armenia".

Kementerian itu juga mengatakan pertempuran dimulai ketika pasukan Armenia menembakkan mortir dan peluru artileri kaliber besar di garis depan.

Maria Titzian, seorang dosen di Universitas Amerika Armenia (the American University of Armenia), mengatakan kepada Al Jazeera: "Selama 20 bulan terakhir ketegangan di Azerbaijan meningkat dalam hal pelanggaran gencatan senjata."

Dia menambahkan bahwa Azerbaijan berusaha "menggagalkan proses perdamaian" dan ia meminta masyarakat internasional untuk berupaya lebih keras (untuk mengatasinya). Dia juga mengatakan bahwa ini adalah kekerasan yang paling buruk sejak 1994.

"Ini sudut dunia yang telah lama diabaikan," katanya. "Saya pikir sudah waktunya bagi dunia untuk lebih memperhatikan situasi di sini. Masalah ini akan memiliki pengaruh besar terhadap wilayah yang lebih besar jika tidak diselesaikan secara damai."

Deddy | Aljazeera | Anadolu Agency | Jurnalislam

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button