Internasional

Pengamat Palestina: Israel dalam Ketakutan Baru

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Menurut pengamat Palestina, Mukmin Basisu, gelombang perlawanan rakyat di Al-Quds dan Tepi Barat serta sebagian wilayah jajahan 1948 dan perbatasan Jalur Gaza sangat telak mengguncang ekonomi, politik dan keamanan Israel sejak tahun 1948, lansir Infopalestina, Selasa (17/11/2015).

Mukmin menilai, level politik, keamanan, militer dan ekonomi Israel menghadapi ketakutan dan horror yang meningkat. Data statistik dan bukt-bukti nyata menunjukan, kota Al-Quds (Jerusalem) berubah menjadi kota hantu dan sepi dari aktivitas Israel. Warga pemukim Yahudi hilang dari lalu lintas dan jalan-jalan kota Al-Quds yang biasanya mereka selalu berkeliaran membuat onar dan intimidasi terhadap warga Palestina.

Data resmi yang dirilis Israel terkait jumlah korban tidak menggambarkan kondisi di lapangan. Media massa Israel misalnya, meliput setiap aksi penikaman yang dilakukan pemuda Palestina setiap hari, namun detailnya dirahasiakan. Karena aksi itu benar-benar menakutkan Israel. Salah satu judul media masa Israel “Api Berkobar di Jalan-jalan”.

Di tambah lagi pernyataan resmi pada level politik dan keamanan Israel, bahkan rabi-rabi Yahudi menegaskan tingkat beratnya beban pemerintah Israel melihat ketidakmampuan aparat kepolisian dalam menghadapi dan menghentikan Intifadhah III. Karena itu, Perdana Menteri zionis Benyamin Netanyahu dalam pertemuan dengan kabinet keamanannya menghentikan rencana pembagian Al-Aqsha dengan imbal balik Palestina harus menghentikan Intifadhah III.

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button