Internasional

Serangan Udara Rusia Hantam Pasar di Douma, 10 Orang Tewas Termasuk Anak-anak

SURIAH (Jurnalislam.com) –  Saksi mengatakan kepada Al Jazeera setidaknya 10 orang termasuk dua anak tewas dalam serangan udara yang dilakukan Rusia pada pasar di pinggiran kota Damaskus, lansir Aljazeera, Sabtu (07/11/2015).

Baraa, seorang aktivis Suriah di Douma, mengatakan pada hari Jumat (06/11/2015) bahwa serangan udara Rusia menghantam pasar Kouatly di Douma, di luar ibukota.

"Selama setengah jam yang lalu, kami mendengar pesawat tempur terbang di atas kita. Serangan udara menargetkan pasar yang sibuk sekitar 15 menit yang lalu," katanya.

"Sebagian besar dari mereka yang tewas dan terluka adalah wanita dan pria [dewasa]. Kami tahu bahwa mereka adalah pesawat tempur Rusia dari jenis rudal yang digunakan.

"Kelompok pejuang juga memiliki perangkat khusus yang dapat mencegat sinyal dari pesawat tempur yang mendekat, dan diketahui bahwa mereka adalah Rusia," kata Baraa.

Seorang petugas dari departemen Pertahanan Sipil Suriah cabang Douma, yang ingin tetap anonim, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa setidaknya tiga serangan udara telah ditargetkan ke daerah pemukiman di pinggiran dalam satu jam terakhir.

"Serangan udara menargetkan pusat Douma, termasuk pasar dan jalan-jalan di perumahan," katanya.

"Tidak hanya serangan udara, roket juga diluncurkan ke kota. Lebih dari 10 orang tewas, termasuk dua anak, dan puluhan lainnya terluka.

"Para anggota Suriah Civil Defence berada di tempat kejadian saat ini, berusaha untuk menyelamatkan warga sipil. Korban tewas diperkirakan akan meningkat," katanya kepada Al Jazeera melalui telepon.

Douma, yang terletak di sebelah timur Damaskus, telah diserang rezim Nushairiyah Assad dengan intens selama berminggu-minggu.

Pekan lalu, serangan udara di Douma menewaskan 61 orang dan menyebabkan lebih dari 100 lainnya terluka.

Cuplikan video yang diposting di YouTube menunjukkan orang-orang sedang berusaha membawa korban luka ke dalam van untuk keselamatan, menjauhi dari api yang masih membakar pasar.

Deddy |  Al Jazeera | Jurniscom

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button