120 Terluka saat Bentrokan Warga Muslim Kashmir dengan Polisi India

KASHMIR (Jurnalislam.com) – Sekitar 120 pengunjuk rasa dan polisi terluka dalam bentrokan Jumat karena pemerintah India berusaha untuk memblokir aksi yang dilakukan oleh kelompok perlawanan Muslim Kashmir yang menentang kekuasaan India, kata para pejabat, World Bulletin melaporkan Sabtu (30/07/2016).
Jam malam terus diberlakukan di sebagian besar wilayah untuk hari Sabtu yang menandakan hari ke-22 berturut-turut.
Sekolah dan bisnis tetap tutup dan layanan internet ditangguhkan, meskipun jaringan seluler sebagian telah diaktifkan.
Kashmir terbagi antara perseteruan India dan Pakistan sejak kedua negara merebut kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1947. Kedua negara mengklaim wilayah itu secara keseluruhan.
Beberapa kelompok perlawanan Muslim Kashmir, termasuk Hizbul Mujahidin, selama beberapa dekade telah berjuang melawan tentara India yang diperkirakan berjumlah 500.000 yang dikerahkan di wilayah yang bergolak itu, menuntut kemerdekaan atau bergabung dengan Pakistan.
Puluhan ribu, sebagian besar penduduk sipil Muslim Kashmir, tewas dalam pertempuran sejak tahun 1989 ketika pejuang bersenjata melakukan perlawanan terhadap kekuasaan India di wilayah Himalaya dimulai.
India secara teratur menuduh Pakistan mempersenjatai dan mengirim pejuang melintasi perbatasan de facto yang dikenal sebagai Garis Kontrol, untuk memulai serangan terhadap pasukannya.
Islamabad membantah tuduhan itu, dan mengatakan bahwa mereka hanya memberikan dukungan diplomatik dan moral bagi perjuangan Muslim Kashmir memperjuangkan hak mereka untuk menentukan nasib sendiri.
Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

