Nasional

Bappenas Incar Dana Zakat, Bazda Provinsi Banten: ‘Tidak Sekarang’

SERANG (Jurnalislam.com) – Rencana Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro, menggunakan dana zakat umat untuk program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dikritisi oleh sejumlah pihak.

Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Provinsi Banten, melalui wakil ketua II HM Suri Usman mengatakan, rencana Bappenas itu terkesan terburu-buru dan tidak melihat kondisi Badan Amil Zakat di daerah-daerah.

“Pada dasarnya kami setuju dengan program tersebut. Hanya waktunya panjang, tidak untuk sekarang, ini masih sangat jauh. Butuh langkah yang pasti untuk diterapkan,” katanya kepada jurniscom saat ditemui di Kantor Bazda Provinsi Banten, Jl. Veteran No. 31 B Serang, Kamis (22/9/2016).

Pimpinan SMK Walisongo Pandeglang itu menilai, Bazda tidak bermasalah jika Bappenas melirik dana zakat untuk pengentasan kemiskinan, tapi harus dibuat perarturan yang jelas.

“Jika tidak didukung dengan regulasi yang jelas dan terarah kita juga resikonya berat. Berhadapan dengan audit, syariah dan perbankan yang diatur oleh kementerian keuangan. Aturan harus jelas karena masalah uang ini sensitif,” ucapnya.

Suri mengatakan, dalam acara Seminar Nasional Baznas bulan lalu di Museum Nasional, Ketua Bappenas, Bambang Brodjonegoro menyinggung soal penggunaan dana zakat untuk program pengentasan kemiskinan. Suri menilai pemaparan Bambang waktu itu cukup bagus karena menyangkut umat secara nasional. Akan tetapi, untuk menyukseskan rencana pengentasan kemiskinan melalui zakat ini harus direalisasikan dengan benar dan terarah.

“Estimasi jika umat Islam Indonesia yang mampu untuk berzakat sebesar 217 Triliun, sebuah nilai yang besar untuk menyukseskan pengentasan kemiskinan. Tapi sosialisasi untuk umat saja kita belum mampu, bagaimana untuk skala nasional?” cetusnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, asas kemiskinan sendiri adalah kurangnya pendidikan umat sehingga tidak dapat bersaing, berujung kepada kemiskinan.

“Itu adalah tugas negara untuk mencerdaskan masyarakat, tanpa pendidikan “No”. Umat manusia harus diselamatkan, jangankan manusia kucing mati kelaparan dosa pemiliknya,” pungkasnya.

Related Articles

Back to top button