Internasional

Tendangan Balik Gas Air Mata Zionis Oleh Pengacara Palestina Menjadi Populer di Dunia

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Salah satu gambar yang paling mengesankan dari konfrontasi Israel-Palestina saat ini menunjukkan seorang pengacara muda Palestina, Hassan Ajaj, dalam pakaian nuansa gelap, jas dan jubah dinas  saat ia menendang tabung gas air mata zionis, hingga kakinya terangkat tinggi di atas gas putih yang mengepul, lansir World Bulletin, Senin (02/11/2015).

Gambar dari fotografer Associated Press itu telah dilihat oleh lebih dari 1,8 juta orang di satu situs saja, sebagian besar dilatarbelakangi fakta bahwa warga Palestina yang bentrok dengan tentara Israel biasanya adalah seorang pelempar batu bertopeng yang mengenakan jins, dan tidak berpakaian profesional yang rapi.

"Ini menunjukkan bahwa sebagai pengacara Palestina, saya adalah bagian dari umat Islam, bagian dari keinginan Palestina untuk pembebasan," kata Ajaj dalam wawancara dengan AP.

Ajaj percaya generasinya berbeda dari generasi yang bangkit melawan penjajahan di akhir 1980-an, karena pemuda Palestina saat ini cenderung lebih berpendidikan daripada orang tua mereka. Lebih dari 222.000 pemuda saat ini menghadiri perguruan tinggi dan universitas, atau dua kali lipat dibandingkan satu dekade lalu, dari 4,4 juta orang di Tepi Barat, Jalur Gaza dan Yerusalem timur, tanah yang diduduki Israel pada tahun 1967.

Pada 12 Oktober, puluhan anggota the Palestinian Bar Association berbaris dari gedung pengadilan Ramallah menuju bundaran dalam sebuah aksi damai, tanpa pelemparan batu. Peserta pria dan wanita mengenakan pakaian formal, termasuk jas dan jubah hitam pengadilan.

Tentara Israel menembakkan granat setrum dan gas air mata untuk menghentikan gerakan para pengacara tersebut, kata Ajaj. Beberapa demonstran dihadang dengan gas air mata. Tendangannya yang sekarang menjadi terkenal dilakukan secara spontan. "Aku hanya ingin menendang kaleng gas air mata itu," katanya.

Empat hari kemudian, situs BuzzFeed yang populer mengatakan gambar tersebut telah berubah menjadi "meme besar" oleh pengguna dalam sebuah kompetisi photoshop. Fotonya digambarkan sebagai pelari gawang, bintang rock, penari dan tujuan penendang bola  (striker).

Ajaj sangat berhati-hati ketika ditanya apakah protesnya melawan pendudukan diperbolehkan.

"Kami adalah pengacara, kami tidak melempar batu," katanya, tetapi menambahkan bahwa ia percaya pelempar batu memiliki peran. Dia mengatakan tidak akan menghukum mereka yang melakukan serangan penusukan, dengan alasan bahwa mereka didorong bertindak seperti itu akibat tindakan Israel, seperti penyitaan tanah, penyerangan Al Aqsha, pembatasan gerakan dan lain lain.

Sam Bahour, seorang konsultan bisnis dan komentator Palestina-Amerika, mengatakan gambar viral Ajaj dalam pakaian pengacaranya dalam asap gas air mata menyoroti bahwa "penjajahan  telah menindas kehidupan semua orang."

Deddy | World Bulletin | AP | Jurniscom

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button