Berakhirnya Drama Pembajakan Pesawat Penumpang Mesir “EgyptAir”
SIPRUS (Jurnalislam.com) – Pembajak pesawat jet penumpang EgyptAir diringkus di bandara Larnaca, Siprus, setelah sebelumnya menemui kebuntuan selama lima jam. Tidak ada yang terluka dalam insiden setelah pria pembajak itu akhirnya menyerah kepada pihak berwenang, Aljazeera melaporkan, Selasa (29/03/2016).
Penerbangan domestik The EgyptAir dari Alexandria ke Kairo dibajak pada Selasa pagi dan terpaksa dialihkan ke pulau.
Kementerian penerbangan sipil Mesir mengatakan pilot pesawat, Omar al-Gammal, diancam oleh penumpang yang mengikat dirinya dengan bahan peledak, tetapi kemudian Kementrian mengatakan bahwa sabuk pembajak bunuh diri tersebut ternyata palsu.
Foto-foto yang ditampilkan di televisi negara Mesir menunjukkan seorang pria paruh baya dalam pesawat memakai kacamata dan menampakkan sabuk putih dengan kantong-kantong dan kabel-kabel yang menonjol.

Teori yang bertentangan muncul tentang motif pembajak.
Presiden Siprus Nicos Anastasiades mengatakan bahwa pria itu tampaknya memiliki motif pribadi dan kejadian itu "tidak terkait dengan terorisme". TV negara Siprus mengatakan pria itu ingin menghubungi mantan istrinya, warga Yunani-Siprus dan tinggal di Larnaca.
Laporan sebelumnya mengatakan pria itu menuntut pembebasan tahanan perempuan di Mesir.
EgyptAir mengatakan terdapat 81 orang dalam penerbangan 181, termasuk tujuh orang awak. Kebanyakan penumpang dibebaskan tak lama setelah mendarat di Siprus.
Pada pukul 11.30 GMT, tujuh orang terakhir terlihat meninggalkan pesawat, satu orang lolos melalui jendela kokpit.
Berbicara kepada wartawan setelah krisis berakhir, Perdana Menteri Mesir Sherif Ismail mengatakan pembajak berkewarganegaraan Mesir tapi motifnya masih belum jelas.
"Pada beberapa saat ia meminta untuk bertemu dengan perwakilan dari Uni Eropa dan pada waktu-waktu lain ia meminta untuk pergi ke bandara lain, tapi tidak ada yang spesifik," katanya, menambahkan pria itu akan dipertanyakan untuk memastikan motifnya.
Pejabat kementerian luar negeri Siprus Alexandros Zenon mengatakan kepada wartawan bahwa pembajak tampaknya "linglung".
Saksi mengatakan kepada surat kabar Cyprus Mail bahwa pria melemparkan surat di landasan bandara di Larnaca, ditulis dalam bahasa Arab, meminta untuk dikirimkan ke mantan istrinya.
"Penumpang dan awak kami semuanya baik … Kita tidak bisa mengatakan ini adalah aksi teroris … dia tidak profesional," Menteri Penerbangan Sipil Mesir Sherif Fethy mengatakan kepada wartawan.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam



