Pendiri Gerakan BDS, Omar Barghouti Ditolak Masuk AS
WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Organisasi advokasi Islam di Washington, Arab America Institute (AAI) mengabarkan bahwa Amerika telah melarang kedatangan pendiri gerakan Boycott, Divestment, and Sanction (BDS), Omar Barghouti.
AAI sebagai koordinator kedatangan Omar mengatakan, aktivis Palestina itu dilarang terbang New York pada hari Rabu (10/4/2019) dan ditahan di Bandara Gurion Israel.
“Barghouti adalah salah satu pendiri BDS, dia memiliki visa AS yang valud serta dokumen perjalanan yang benar,” kata Presiden AAI, James Zogby dilansir Anadolu Agency, Kamis (11/4/2019).
“Omar Barghouti memimpin suara rakyat Palestina dalam Hak Asasi Manusia. Penolakan Omar masuk ke AS adalah contoh terbaru dari pengabaian administrasi Trump atas hak-hak itu,” sambung dia.
After listening to Omar Barghouti for 20 minutes & it’s clear why Israel hates him, US denies him entry to speak to US audiences, & Congress denounces him. They’re afraid of him because he’s so scary smart & his explanation of #BDS is so compelling. pic.twitter.com/uUrY46BT9V
— James J. Zogby (@jjz1600) April 11, 2019
Barghouti sendiri merilis pernyataan yang diposting di akun medis sosialnya. Ia mengatakan, penolakan tersebut adalah bagian dari pendindasan Israel terhadap rakyat Palestina.
“Larangan masuk AS kepada saya, yang termotivasi secara ideologis dan politis adalah bagian dari meningkatnya penindasan Israel terhadap pembela hak-hak rakyat Palestina, warga Israel, dan dunia internasional dalam gerakan BDS untuk kebebasan, keadilan, dan kesetaraan,” kata Barghouti yang diposting di akun twitter BDS.
“Pendukung apartheid Israel di AS berusaha mati-matian untuk menolak anggota parlemen AS, media, audiensi di universitas, toko buku dan sinagog, hak-hak mereka untuk mendengarkan secara langsung kepada soerang pembela HAM Palestina yang menyeru untuk mengakhiri keterlibatan AS di Israel dan kejahatannya terhadap rakyat kita,” tambahnya.
“Tapi semua pembicaraan saya akan terus berlanjut dengan saya berbicara secara online.”
A BDS Movement co-founder was denied entry by US officials.
Omar Barghouti says, "Supporters of Israeli apartheid in the US are desperately trying to deny" lawmakers, media & the public the right to listen in person to a Palestinian human rights advocate.https://t.co/XHt8wedZYZ
— BDS movement (@BDSmovement) April 11, 2019
Larangan masuknya Barghouti terjadi ketika Partai Republik di DPR mendorong sebuah petisi untuk memaksa Senat memberikan suara pada sebuah RUU yang akan memungkinkan pemerintah negara bagian dan koat untuk menghukum entitas yang ingin memboykot, melepaskan atau sanksi negara Israel.
Sebanyak 26 negara bagian di AS telah memberlakukan tindakan anti-BDS

Gerakan BDS dibentuk pada tahun 2005 oleh 170 rakyat sipil Palestina dan kelompok-kelompok HAM yang menyerukan memboykot perusahaan-perusahaan Israel yang terlibat dalam pelanggaran HAM di Palestina, serta untuk menarik divestasi mereka di perusahaan-perusahaan itu sebagai bentuk tekanan tanpa kekerasan terhadap Israel.
Gerakan ini juga menyerukan kampanye sanksi untuk menekan pemerintah memenuhi kewajiban hukum mereka untuk meminta pertanggujawaban Israel.
Sebagaimana dilansir dari situs resminya, gerakan ini bekerja untuk mengakhiri dukungan internasional bagi penindasan Israel terhadap Palestina dan menekan Israel untuk mematuhi hukum internasional.
Sumber: MiddleEastMonitor



