Kejahatan Perang Tentara Bayaran dan Pasukan Boneka Afghanistan Selama Juli 2015
AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Pada hari Rabu 1 Juli tiga warga sipil tewas dan empat orang lainnya terluka oleh serangan pesawat tak berawak sembarangan di daerah Mang-Tapa dan Nahr-i-Sufi kabupaten Chardara provinsi Kunduz di Afghanistan utara.
Demikian pula dalam serangan lain, pada 1 Juli, seorang pria muda tewas oleh kekuatan internal di desa Jurmtoi daerah Fairouz-Koh di pinggiran pusat provinsi Ghor. Sekelompok massa dari daerah tersebut berdemonstrasi menentang tindakan kejam pasukan polisi ini dan memperingatkan bahwa jika pelaku tidak dianiaya, protes terhadap pemerintah akan dilanjutkan.
Pada hari Jumat 3 Juli, seorang bocah berusia tiga belas tahun (putra Barat-Khan-Aka, seorang warga desa), saat sedang menggiring domba-dombanya, secara brutal dibunuh oleh milisi Arbaki terkenal dari pos militer desa Babu di kabupaten Shinki provinsi Zabul.
Pada tanggal 3 Juli, tentara antek internal masuk ke sebuah rumah dan membunuh seorang wanita serta melukai seorang pria tua berjenggot putih yang tak bersalah di daerah Dorahi yang terkait dengan kota Lashkar-Gah, ibukota provinsi Helmand.
Pada hari Sabtu 4 Juli, media melaporkan bahwa setelah menderita kerugian besar dan banyak korban dalam pertempuran dengan Taliban, milisi Arbaki lokal dan pasukan tentara nasional menembakkan mortir sembarangan di rumah warga sipil di distrik Jalraiz provinsi Maidan Wardak di mana lima orang tewas termasuk perempuan dan anak-anak dan beberapa lainnya luka-luka. Menurut penduduk setempat, rumah-rumah sipil digerebek selama operasi bersama antara pasukan tentara nasional dan milisi Arbaki dan orang-orang biasa dipukuli dan disiksa dengan alasan lemah yaitu mendukung Taliban.
Pada 4 Juli, delapan orang dari satu keluarga termasuk tiga wanita, tiga anak, seorang laki-laki tua dan seorang pemuda tewas dan satu lagi terluka dalam serangan roket sembarangan oleh tentara internal yang tidak kompeten di daerah Changulak kabupaten Nowzad di provinsi Helmand.
Demikian pula, laporan telah diterima dari kabupaten Musa Kala provinsi Helmand bahwa granat ditembakkan oleh pasukan antek pemerintah menghantam rakyat sipil saat sedang Shalat. Beberapa orang tewas dan luka-luka. Haji Ghulam, Dokter Ghulam Haider, Gul Ahmad, Naeemi Aka dan anaknya berada di antara orang-orang yang mati syahid dalam tragedi kejam ini.
Pada hari Ahad, 5 Juli 2015, dua perempuan dan seorang anak dari sebuah keluarga masyarakat biasa (bernama Haji 'Shaheen') tewas dalam serangan roket oleh antek internal dekat pusat kabupaten Watapur provinsi Kunar.
Pada 5 Juli, penduduk wilayah Shor Shorak kabupaten Nawa provinsi Helmand berkumpul di kota Lashkar Gah, ibukota dari provinsi Kunar untuk memprotes perilaku kejam milisi Arbaki lokal. Orang-orang mengatakan bahwa rakyat sipil bahkan pria tua berjenggot putih dipukuli hingga tewas, puluhan rumah dijarah, kendaraan, sepeda motor dan traktor milik rakyat biasa disita dan banyak orang lokal terpaksa mengevakuasi daerah tersebut akibat anak seorang mantan anggota parlemen Raz Mohammad yang kemudian diangkat sebagai kepala milisi Arbaki lokal terkenal.
Pada hari Senin 6 Juli, seorang anak syahid dan tujuh warga desa biasa terluka ketika sebuah rumah warga sipil terkena mortir, yang tanpa pandang bulu dilepaskan oleh tentara bayaran intern di daerah Sistani kabupaten Marja provinsi Helmand.
Pada tanggal 6 Juli, orang-orang sipil dari kabupaten Siya-Gard di provinsi Parwan melancarkan protes terhadap orang-orang milisi Arbaki yang secara brutal membunuh rakyat sipil (bernama Mia-Gul). Milisi Arbaki, dipimpin oleh seorang penjahat bernama Mushtaq juga menembak tanpa pandang bulu ke arah para pengunjuk rasa, di mana delapan warga sipil terluka parah.
Pada hari Selasa 7 Juli, seorang kepala suku lokal bernama Haji Muhibullah mengatakan kepada media bahwa rumah mereka terus-menerus ditembaki dengan senjata berat oleh pasukan antek internal menimbulkan kerusakan berat dan banyak korban orang-orang sipil. Menurut dia, hanya dalam dua hari terakhir, tiga warga desa biasa tewas dan enam belas lainnya, termasuk perempuan dan anak-anak, terluka dalam serangan membabi buta pasukan pemerintah.
Pada 7 Juli, mobil model hatchback, yang oleh penduduk lokal disebut saracha, dihantam oleh serangan drone milik aggressor asing di desa Malakshi kabupaten Barmal di provinsi Paktika, sehingga kendaraan tersebut benar-benar hancur dan tiga orang yang tidak bersalah, semuanya dari satu keluarga, secara kejam tewas di tempat.
Pada hari Rabu tanggal 8 Juli, kepala Sekolah Nisar (bernama Ghulam-Dastgir) dipaksa keluar dari rumah dan secara brutal dibunuh oleh milisi Arbaki lokal kejam di daerah Shish-Khail kabupaten Shilgar provinsi Ghazni.
Pada Sabtu 11 Juli, seorang warga sipil syahid dan empat lainnya luka-luka dalam serangan tembakan acak oleh pasukan antek pemerintah di daerah Shakot dan Ghani-Khail kabupaten Tagab provinsi Kapisa.
Pada tanggal 11 Juli, seorang perempuan syahid dan satu lagi terluka parah dalam penembakan membabi buta tentara internal yang tidak kompeten di daerah Pir-Koti kabupaten Urgun provinsi Paktika.
Pada hari Senin 13 Juli, rumah dari seorang warga negara biasa terkena roket, yang secara acak ditembakkan oleh tentara antek intern di daerah Sultan Mohammad Nawa kabupaten Khas-Uruzgan provinsi Uruzgan, di mana, pemilik rumah ini (bernama Abdul Ali) dan anaknya mati syahid.
Pada hari Rabu 15 Juli, lima warga sipil dibunuh secara brutal oleh milisi Arbaki kejam setelah pertempuran dengan Taliban di mana beberapa rekan mereka tewas di desa Babu kabupaten Shinki di provinsi Zabul.
Pada hari Kamis 16 Juli, sepuluh warga sipil tewas dan beberapa lainnya luka-luka dalam serangan pesawat tak berawak tanpa henti dari penjajah asing brutal di distrik Jalraiz provinsi Maidan Wardak. Pasukan invasi mengklaim bahwa hanya lawan bersenjata yang tewas dalam serangan ini, tetapi Ataullah Khogyani, juru bicara gubernur provinsi ini menegaskan bahwa semua korban serangan kejam tersebut adalah orang-orang sipil.
Pada hari Ahad 19 Juli, seorang anak laki-laki syahid dan dua lainnya luka-luka ketika tentara bayaran internal menembaki secara sembarangan ke arah taman bermain di daerah Shiwan distrik Bala-Buluk di provinsi Farah.
Pada hari Senin 20 Juli, rakyat sipil mengatakan bahwa lima ratus rumah orang biasa dijarah dan beberapa dari mereka kemudian dibakar oleh pasukan keamanan internal di daerah Garmawak kabupaten Maiwand di provinsi Kandahar.
Pada hari Selasa 21 Juli, dua anak (Abdullah dan Abdul Rahim, masing-masing berusia 5 dan 3 tahun) secara kejam dibunuh oleh milisi Arbaki lokal terkenal di daerah Hamza-Khail kabupaten Qara-Bagh provinsi Ghazni.
Pada hari Rabu tanggal 22 Juli, empat pria tua biasa (bernama Shawal, Mir-Zaman, Ghani dan Saidal) tewas dalam serangan pesawat tak berawak kejam milik penjajah asing brutal di daerah Laman kabupaten Barmal provinsi Paktika. Semua orang tua yang syahid tersebut adalah penghuni desa Sarkandi.
Pada hari Ahad 26 Juli, beberapa orang biasa yang sedang berkendara dalam sebuah mobil model hatchback, yang secara lokal disebut sarach, menuju bazaar lokal kabupaten Lal-Pura di provinsi Nangarhar, saat kendaraan mereka terkena serangan pesawat tak berawak brutal oleh penjajah asing. Menurut saksi mata setempat, kendaraan benar-benar hancur dalam serangan ini dan seluruh lima orang di dalamnya tewas di tempat.
Pada 26 Juli, pasukan polisi di daerah Mirza-Ahmad-Khan dari PD13 di pusat kota Kandahar menembak membabi buta ke arah orang-orang sipil, setidaknya satu orang tewas dan istrinya terluka parah.
Deddy | Shahamat | Jurniscom



