India Ancam Pakistan dengan Serangan Bedah di Kashmir

INDIA (Jurnalislam.com) – Panglima militer India pada hari Jumat mengatakan bahwa “serangan bedah” akan dilakukan lebih banyak lagi di Kashmir bagian Pakistan “jika memungkinkan”, media lokal melaporkan, lansir World Bulletin, Jumat (14/01/2017).
“Serangan bedah [pada September lalu] adalah demonstrasi dari apa yang bisa kami lakukan. Kami akan melakukannya lagi jika diperlukan,” Jenderal Bipin Rawat seperti dikutip oleh The Times of India saat konferensi pers di New Delhi.
Dalam konferensi pertamanya setelah menjabat pada 31 Desember, Rawat mengatakan bahwa pelanggaran gencatan senjata baru-baru ini menurun di Garis Kontrol (the Line of Control-LoC) yang membagi wilayah sengketa.
“Tapi jika tidak maka maka kami mungkin melakukan serangan bedah seperti itu lagi,” tambahnya.
Pada akhir September 2016, militer India menyatakan melakukan serangan bedah udara sepanjang LoC berdasarkan masukan yang “spesifik dan kredibel” mengenai rencana infiltrasi pejuang Muslim Kashmir.
“Berdasarkan masukan yang spesifik dan kredibel, beberapa pejuang Kashmir telah memposisikan diri di bantalan peluncuran bersama Garis Kontrol untuk melaksanakan infiltrasi dan melakukan serangan perlawanan di dalam Jammu dan Kashmir dan di berbagai metro di negara-negara lain, Angkatan Darat India melakukan serangan bedah di beberapa bantalan peluncuran ini untuk mendahului infiltrasi pejuang,” Direktur Jenderal Operasi Militer, Letnan Jenderal Ranbir Singh seperti dikutip Times of India pada 29 September.
“Operasi terfokus memastikan bahwa pejuang tidak berhasil melakukan rencana mereka untuk menyebabkan kerusakan dan membahayakan kehidupan warga kami,” Singh dilaporkan mengatakan, menambahkan bahwa hampir 20 upaya infiltrasi telah digagalkan oleh tentara pada atau di dekat LoC di tahun 2016.
Ketegangan antara kedua rival nuklir tersebut telah meningkat sejak India menuduh Pakistan memiliki hubungan dengan pejuang Muslim Kashmir yang menewaskan 19 tentara India di Jammu dan Kashmir yang diduduki militer India pada September tahun 2016.
Pakistan membantah tuduhan itu dan berablik mengatakan India menekan protes pro-kemerdekaan yang dimulai di wilayah Himalaya yang disengketakan di Juli 2016 ketika lebih dari 100 warga sipil Kashmir ditembak mati oleh pasukan India dan ribuan lainnya luka-luka.
Kashmir, wilayah Himalaya yang mayoritas Muslim, dipegang oleh India dan Pakistan di beberapa bagian dan diklaim oleh kedua Negara secara penuh. Sebuah potongan kecil dari Kashmir juga dipegang oleh China.
Kedua negara terlibat tiga kali perang – pada tahun 1948, 1965 dan 1971 – setelah mereka dipisah pada tahun 1947, dua diantaranya memperebutkan Kashmir.
Sejak tahun 1989, kelompok-kelompok perlawanan Muslim Kashmir di Jammu dan Kashmir yang dijajah India telah berjuang melawan pasukan India untuk memperjuangkan kemerdekaan, atau untuk penyatuan dengan negara tetangga Pakistan.
Lebih dari 70.000 orang dilaporkan telah tewas dalam konflik sejauh ini, sebagian besar dari mereka oleh kebrutalan pasukan India.
India mempertahankan lebih dari setengah juta pasukan di wilayah yang disengketakan.

