Intelijen Nasional Amerika Publikasikan File Syeikh Usamah
JURNALISLAM.COM – Hari Rabu (20/05/2015), Kantor Direktur Intelijen Nasional mempublikasikan satu set file yang diperoleh dari tempat tinggal Syeikh Usamah bin Laden. Perilisan file untuk publik tersebut adalah langkah propaganda AS.
Namun, file yang dirilis hari Rabu itu hanyalah sebagian kecil dari total berkas yang ditemukan di Abbottabad. Seperti telah dilaporkan sebelumnya oleh The Long War Journal, terdapat lebih dari total satu juta file yang saat ini dikuasai pemerintah AS. Beberapa pernyataan paling penting yang ditemukan dalam file Syeikh Usamah bin Laden tetap disembunyikan dari pandangan publik.
Ini bukanlah perkara kecil. Isi file Syeikh Usamah bin Laden sangat berharga bagi aggressor AS untuk memahami jihad. Sebagai contoh, bahwa sebelum serangan Abbottabad, CIA percaya bahwa Syeikh Usamah bin Laden tidak lagi mengendalikan operasional harian al Qaeda. CIA mengasumsikan bahwa Syeikh Ayman al Zawahiri bertanggung jawab atas sejumlah peran manajerial. Namun setelah meninjau file Syeikh Usamah bin Laden CIA menyadari bahwa asumsi mereka salah. Syeikh Usamah Bin Laden masih sangat berpengaruh. Para pejabat intelijen AS telah menegaskan secara terbuka bahwa mereka salah dalam menilai peran Syeikh Usamah bin Laden.
Tetapi kedalaman dan kompleksitas al Qaeda dan faksi faksi jihad yang terkait tidak dipahami dengan baik oleh CIA. Karena al Qaeda berhasil menyembunyikan sebagian kekuasaannya terkait tandzim jihad global. Misalnya, pada 15 Agustus 2010, The Long War Journal melaporkan bahwa Syeikh Usamah bin Laden menginstruksikan faksi jihad Al Shabaab di Somalia untuk menjaga hubungan rahasianya dengan al Qaeda. Bahkan, beberapa pihak intelijen mengasumsikan bahwa pada waktu itu Al Shabaab bukan bagian dari jaringan jihad internasional Al Qaeda. Namun dua surat rahasia yang ditulis oleh Syeikh Usamah bin Laden pada 7 Agustus 2010 mengungkapkan bahwa Al Shabaab sudah menjadi bagian dari Al Qaeda. Al Qaeda tidak ingin mempublikasikan hubungan tersebut untuk berbagai alasan taktis.
Direktur Intelijen Nasional juga membuat sejumlah kesimpulan baru. Misalnya, pemerintah Pakistan mengetahui cara menghubungi pemimpin senior Al Qaeda dan bermaksud menegosiasikan gencatan senjata dengan Al Qaeda pada tahun 2010.
Al Qaeda telah membangun "kegiatan militer yang sangat kuat" di Afghanistan sebelum gugurnya Syeikh Usamah bin Laden.
Sedangkan file Syeikh Usamah bin Laden hanya sebagai konfirmasi bahwa serangan drone yang dipimpin CIA telah membunuh banyak mujahidin senior.
File tersebut juga menunjukkan bahwa Al Qaeda membuat rencana untuk bertahan dari serangan udara dan bahkan memperluas jejak geografis untuk mengacaukan drone AS.
Al Qaeda secara taktis mampu memindahkan pemimpin-pemimpin senior dari serangan pembunuhan drone di Pakistan utara, me-reintegrasi veteran yang kembali ke medan pertempuran setelah ditempatkan di bawah tahanan rumah di Iran, bahkan mampu melatih generasi pemimpin baru untuk menggantikan yang telah gugur (syahid).
File yang dirilis sebelumnya juga menunjukkan bagaimana tim manajemen Al Qaeda terstruktur dengan baik.
Ini hanya sebagian yang diketahui dari file yang disediakan pamerintah AS bagi publik. File yang dirilis hari ini kemungkinan mengandung informasi baru, tetapi juga bukan surat dan memo Syeikh Usamah bin Laden yang paling penting yang dimiliki pemerintah AS.
Deddy | Jurniscom


