Dr. Muin: Menjauhi Wabah Bentuk Keimanan terhadap Qada dan Qadar
SOLO (Jurnalislam.com)- Pimpinan Ponpes Ibnu Abbas Klaten Dr Muinudinillah Basri menjelaskan bahwa keputusannya untuk meliburkan kegiatan di pondok miliknya merupakan bagian dari upaya maslahat memadukan syariat dan memadukan iman dengan Qada dan Qadar.
“Rasulullah ketika menasehati kaum muslimin ketika mendapat wabah, jika kalian mendengar suatu wabah di suatu tempat maka jangan memasukinya, kalau anda disiru maka jangan keluar darinya,” katanya, Kamis, (19/3/2020).
Kemudian, katanya, Rasulullah mengatakan hendaknya anda lari dari penyakit kusta sebagaimana anda lari dari singa.
“Ini menunjukan bahwa kita harus memadukan secara syariat bahwa nular menular itu ada dalam Islam, maka hendaklah orang orang yang sehat jangan mendekati orang orang yang memungkinan punya potensi sakit yang membuat ketulatan,” ungkapnya.
“Yang kedua janganlah orang yang sakit yang sudah terpapar menularkan kepada orang lain, itu syariat yang Allah perintahkan, tetapi itu semua sebetulnya tidak akan bisa menolak Qada dan Qadar Allah Subahanahu Wata’ala,” imbuhnya.
Dr Muin juga menjelaskan bahwa Rasulullah mengatakan kalau kita sudah berada di satu tempat, dan kemudian kita takut tertular maka jangan keluar dari situ.
“Karena Rasulullah mengisyarakatkan kalau anda ditakdirkan Allah selamat maka Anda tidak akan takut berada disitu, tapi kalau anda sudah tertular dan anda keluar dari situ maka anda menularkan,” ujarnya.
“Semoga Allah menyelamatkan kita dan bangsa ini, dan kita keluar dari cobaan ini dengan iman yang lebih kuat dan tawakal kepadaNya dengan penuh sejahtera dan kesehatan yang sempurna,” pungkasnya.




