Internasional

Dua Muslim Anggota Kongres Minta Pemerintah Amerika Tolak Kedatangan Geert Wilders

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Dua orang Muslim anggota Kongres telah meminta pemerintah Amerika untuk menolak kedatangan anggota parlemen Belanda anti-Islam, Geert Wilders ke AS.

Wakil Partai Demokrat Minnesota Keith Ellison dan Demokrat Indiana, Andre Carson menulis sebuah surat bersama untuk Sekretaris Negara John Kerry dan Menteri Keamanan Dalam Negeri Jeh Johnson Kamis, pekan lalu.

"Kami menulis surat ini atas dasar keprihatinan mendalam kami mengenai kunjungan Mr. Geert Wilders, anggota parlemen Belanda yang dikenal mengabadikan Islamofobia," tulis anggota parlemen Demokrat mengutip hukum 1998 tentang Undang-Undang Kebebasan Beragama Internasional. Undang-undang tersebut mengizinkan Departemen Luar Negeri untuk menolak pemimpin asing yang melakukan "pelanggaran berat terhadap kebebasan beragama" dari memasuki AS.

Undang-undang tersebut telah digunakan pada tahun 2005 untuk melarang Narendra Modi (Perdana Menteri India saat ini) yang dinilai gagal melidungi umat Islam selam kerusuhan tahun 2002 yang telah menewaskan lebih dari 1000 orang.

Ellison dan Carson percaya bahwa kritik-kritik Wilders terhadap Islam di masa lalu (hingga saat ini) adalah pidato kebencian dan itulah alasan Wilders tidak boleh masuk Amerika.

"Dengan hormat kami meminta pemerintah Amerika untuk menolak kedatangan Wilders ini. Karena partisipasinya dalam menghasut serangan anti-Muslim," tulis Ellison dan Carson.

Wilders sendiri akan menghadiri dua acara di Washington DC dan Texas selama kunjungannya ke Amerika, yang kedatangannya dijadwalkan  hari ini, Rabu (29/4/2015).

"Saya merasa sangat terhormat atas undangan ini. Dalam pidato saya, saya akan memperingatkan rekan-rekan Amerika saya akan bahaya Islamisasi," kata Wilders dalam situs pribadinya pada awal bulan ini.

Pada hari Minggu, Wilders akan mengunjungi Garland, Texas. Ia akan memberikan pidatonya dalam acara American Freedom Defense Initiative (AFDI), sebuah acara yang diselenggarakan oleh Pamela Geller. Kelompok itu akan mengadakan acara perdananya berjudul "Pameran Seni Muhammad" dan akan memberikan hadia $10 ribu untuk kartun penggambaran "Nabi Muhammad Terbaik". Kontes tersebut digelar sebagai respon atas tragedi Charlie Hebdo.

Ally | Jurniscom

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button