Detik-detik Serangan Habis-habisan Pasukan Gabungan Irak pada IS di Fallujah (laporan lengkap)

IRAK (Jurnalislam.com) – Pasukan khusus Irak berada di pinggiran Fallujah, militer mengatakan, dalam fase baru upaya untuk mengambil kota tersebut dari kelompok IS (Islamic State) yang memicu kekhawatiran atas sekitar 50.000 warga sipil yang terperangkap di sana, Al Jazeera melaporkan, Ahad (29/05/2016).
Pertempuran dengan IS masih berlangsung di seluruh Irak pada hari Ahad, yaitu di dekat Mosul di utara dan Heet di provinsi Anbar barat, serta di seberang perbatasan di kota Raqqa, Suriah.
Di kota Heet – 140 km di barat Baghdad – sekitar 40 pasukan Irak tewas dalam serangan IS. Pasukan khusus, polisi, dan pejuang suku ditarik kembali dari kota yang kembali direbut dari kelompok bersenjata IS pada bulan April, sumber militer mengatakan kepada Al Jazeera.
Puluhan ribu tentara dan pejuang – terdiri dari militer, polisi dan milisi, dan didukung oleh kekuatan udara koalisi pimpinan AS – melancarkan serangan untuk merebut kembali Fallujah pekan lalu. Kedatangan pasukan kontra-terorisme Irak (counter-terrorism service-CTS) menandakan serangan habis-habisan sudah dekat.
Abdelwahab al-Saadi, komandan tentara Irak yang bertanggung jawab atas operasi, mengatakan pada hari Ahad bahwa beberapa kontingen besar sekarang telah mencapai dua kamp militer dekat kota dan siap untuk menyerang.
“Kekuatan ini akan masuk ke Fallujah dalam beberapa jam ke depan untuk membebaskan Fallujah dari Daesh,” katanya, menggunakan akronim bahasa Arab untuk IS.
Kekuatan kontra-terorisme mengatakan kota itu benar-benar dikepung. Para pejabat Irak mengklaim kemenangan melawan IS, tapi klaim tersebut tidak bisa diverifikasi secara independen.
“Ada perlawanan (dari IS) tapi kita menghancurkan mereka dengan sangat cepat … Kami memiliki momentum dari berbagai bidang yang berbeda,” kata Jenderal Abdelamir al-Shimary dari Komando Operasi Baghdad.
Fallujah, 50 km di sebelah barat Baghdad, merupakan salah satu dari dua kota besar Irak yang masih berada di tangan IS. Kota lain yang masih dikuasai IS adalah kota terbesar kedua Irak, Mosul.
Operasi Fallujah menelan korban manusia, kelompok-kelompok hak asasi mengatakan, dengan terperangkapnya ribuan warga sipil antara pasukan IS dengan tentara Irak dan sekutu milisi Syiah.
Reporter Al Jazeera Omar al-Saleh, melaporkan dari Erbil di Irak utara, menggambarkan situasi di kota tersebut sangat mengerikan.
“Penduduk sangat kekurangan obat-obatan dan makanan. Mereka terjebak di antara pertempuran antara IS dan pasukan Irak,” katanya.
Sekitar 50.000 orang masih terjebak di pusat kota pada hari Ahad, bertempur dengan berkurangnya pasokan air dan makanan. PBB mengatakan adanya laporan orang-orang yang mati kelaparan dan orang lain yang dibunuh karena menolak memperjuangkan IS.
“Kami memiliki laporan peningkatan dramatis jumlah eksekusi pria dan anak laki-laki yang mulai dewasa, yang menolak untuk berperang bersama IS,” kata Melissa Fleming, juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (the UN High Commissioner for Refugees-UNHCR).
Sekitar seribu pasukan IS yang masih berada di kota itu dituduh menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia, tetapi UNHCR juga mengatakan pasukan Irak telah memblokir rute pasokan, dan mencegah warga sipil yang berusaha untuk keluar.
Ratusan keluarga mampu melarikan diri pada hari Jumat dengan bantuan pasukan pemerintah, tapi mayoritas tetap terperangkap, kata kelompok bantuan.
“Kami menerima ratusan pengungsi Irak dari pinggiran Fallujah yang benar-benar kelelahan, ketakutan dan kelaparan,” Nasr Muflahi, direktur Dewan Pengungsi Norwegia, mengatakan.
“Ribuan lainnya tetap terperangkap di pusat Fallujah, terputus dari segala bentuk bantuan dan perlindungan.”
Fallujah, kota Sunni, lepas dari kontrol pemerintah bahkan sebelum IS menyerbu jantung Irak pada bulan Juni 2014, dan merupakan salah satu benteng kelompok paling ikonik.
Puluhan ribu pasukan Irak – termasuk kelompok payung Hashed al-Shaabi yang didominasi oleh milisi Syiah – memulai operasi pada 22 Mei untuk merebut kembali kota itu.
Sementara itu, Pemerintah Daerah Kurdistan (the Kurdistan Regional Government-KRG) mengumumkan serangan oleh pasukan Peshmerga pada hari Ahad berhasil merebut dua kota yang dikuasai IS sekitar 25 km dari Mosul.
Sekitar 5.500 pasukan terlibat, didukung oleh pesawat-pesawat tempur koalisi internasional.
Pasukan Peshmerga merebut kembali kota al-Muftiyah dan Jim Kour setelah bentrokan berat pada dini hari Ahad, sumber mengatakan kepada Al Jazeera.
Pertempuran sengit masih berlangsung saat tentara Peshmerga maju menuju kota al-Khazir, 35 km dari timur Mosul.
“Ini adalah salah satu dari banyak operasi yang diharapkan dapat meningkatkan tekanan pada IS di dan sekitar Mosul dalam persiapan untuk serangan akhir di kota,” kata KRG dalam sebuah pernyataan.
Dalam perkembangan terpisah di negara tetangga Suriah, pertempuran sengit berlanjut. IS menargetkan provinsi Aleppo dalam serangan sengit, memotong jalan utama antara kota Mare dan Azaz.
Reporter Al Jazeera Hashem Ahelbarra, melaporkan dari Gaziantep di Turki, mengatakan situasi berlangsung serius. “Ribuan orang telah melarikan diri dari pertempuran sengit. Tapi banyak yang tidak memiliki tempat untuk dituju,” katanya.
Lebih dari 160.000 warga sipil terjebak di Suriah akibat pertempuran, yang juga memaksa evakuasi salah satu rumah sakit yang tersisa di daerah tersebut yang dijalankan oleh organisasi medis internasional Doctors Without Borders (MSF).
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (Syrian Observatory for Human Rights-SOHR yang berbasis di Inggris mengatakan pada hari Sabtu bahwa pesawat tempur koalisi pimpinan AS menargetkan posisi IS di utara Raqqa, ibukota de facto IS, dan dilaporkan menewaskan sebanyak 45 pasukan IS.
Pasukan militer Arab, Kurdi dan AS telah menutup wilayah di sekitar Raqqa selama seminggu terakhir.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam



