GP Ansor Babel Makamkan Pendeta, MWCNU Rogojampi: Itu Toleransi Kebablasan!
BANYUWANGI (Jurnalislam.com) – Beberapa waktu lalu Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kepulauan Bangka Belitung turut menghadiri upacara pemakaman uskup MGR Hilarius Moa Nurak, SVD di Pangkalpinang, Senin (2/5/2016).
Menanggapi hal itu, Ketua MWCNU Rogojami, Drs. H Nanang mengatakan, apa yang dilakukan oleh GP Ansor Babel adalah toleransi kebablasan.
“Kalau menurut saya haram hukumnya, itu namanya toleransi yang kebablasan. Kalau tasamuh, contoh berdagang, sosial bermasyarakat, saling hormat menghormati tidak apa-apa,” katanya kepada Jurnalislam, Kamis (5/5/2016).
Menurutnya, mengikuti pemakaman non muslim adalah haram. Sebab, hal tersebut sudah memasuki ranah ibadah agama lain.
“Tapi kalau pemakaman mayat yang di foto beredar kan sudah masuk wilayah ibadah pemakaman, ya HARAM hukumnya. Ini pendapat saya pribadi dan menurut NU, Ajaran Islam Ahlusunnah wal jamaah yang saya fahami, semoga jadi pembelajaran umat Islam,” pungkasnya.
Ketua PW Ansor Babel, Masmuni Mahatma mengatakan, alasan pihaknya berpartisipasi dalam pemakaman itu adalah untuk menjaga, menjalin dan toleran dalam menjalankan ibadah dari berbagai penganuta agama diakui di Republik Indonesia.”
Dan kami rasa inilah salah satu cara bagaimana kita menjaga keutuhan NKRI dengan keberagaman agamanya dan saling menghargai satu sama lainnya,” katanya.
Reporter: Sunaryo | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam




