BeritaHeadline NewsIndonesian NewsInternasional

Delegasi AS Tiba di Turki Bahas Ekstradisi Gulen

ANKARA (Jurnalislam.com) – Sebuah delegasi AS telah tiba hari Senin di Turki untuk membahas ekstradisi Fetullah Gulen yang dituduh mendalangi kudeta 15 Juli, sumber-sumber resmi mengatakan pada hari Selasa (23/08/2016), lansir World Bulletin.

Sumber dari Kementerian Kehakiman, yang berbicara dengan syarat anonim karena pembatasan berbicara kepada media, mengatakan bahwa tiga pejabat dari Departemen Kehakiman AS dan satu lagi dari Departemen Luar Negeri tiba di ibukota Ankara Senin malam.

Delegasi memulai pembicaraan dengan para pejabat dari Direktorat Hukum Internasional dan Urusan Luar Negeri Kementerian Kehakiman Turki Selasa pagi, sumber menambahkan.

Para pejabat Turki diharapkan berbagi informasi tentang empat file berbeda yang berurusan dengan ekstradisi Gulen yang dituduh memimpin kampanye lama untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi lembaga Turki, khususnya militer, polisi, dan pengadilan.

Pemerintah Turki mengatakan bahwa kudeta yang berhasil digagalkan, yang menewaskan 240 orang dan melukai hampir 2.200 lainnya, dilakukan oleh pengikut Gulen, yang telah tinggal di pengasingan di negara bagian Pennsylvania AS sejak tahun 1999, dan jaringan Organisasi Teror Fetullah nya (Feto).

Sumber menambahkan bahwa Departemen Kehakiman Turki juga akan berbagi bukti penting tentang keterlibatan Gulen dalam upaya kudeta Juli.

Wakil Presiden AS Joe Biden juga akan mengunjungi Turki pada hari Rabu untuk menekankan, “Dukungan kuat Washington yang berkelanjutan bagi Turki setelah kudeta digagalkan,” Gedung Putih mengatakan pada hari Senin.

“Itu adalah upaya kudeta yang jelas dan terbuka yang dikutuk oleh pemerintah Amerika Serikat dan kami terus sangat mendukung pemerintahan yang sah sekutu kami di Turki,” kata juru bicara Josh Earnest kepada wartawan.

Wapres AS akan, jika ditanya selama kunjungannya, menegaskan bahwa upaya untuk mengekstradisi Gulen akan diatur oleh “perjanjian ekstradisi yang sudah ada di dalam buku antara Amerika Serikat dan Turki selama lebih dari 30 tahun,” kata Earnest.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button