Internasional

Imarah Islam Afghanistan Umumkan Serangan Tahunan Musim Semi

KABUL (Jurnalislam.com) –  Imarah Islam Afghanistan yang dikenal sebagai Taliban di Afghanistan pada hari Rabu (22/04/2015) mengumumkan peluncuran serangan musim semi mujahidin IIA. Serangan tersebut dipandang sebagai ujian yang menentukan bagi pasukan boneka AS yang baru lahir di negara itu.

Tahun ini operasi musim semi Taliban disebut Azm, yang berarti  " mengatasi atau penentuan", kata Taliban dalam sebuah pernyataan yang dirilis di situs media resmi Imarah Islam Afghanistan, Voice of Jihad.

Juru bicara Taliban Zabih Ullah Mujahid pada hari Rabu mengatakan, "Serangan yang dijuluki "Azm" , direncanakan berlanjut sampai "seluruh pasukan asing ditarik mundur dari Afghanistan".

 "Taliban telah memenangkan pertempuran panjang 13-tahun di Afghanistan dan memaksa pasukan asing untuk menarik diri dari negara itu," tegasnya.

"operasi musim semi" tahun ini akan dimulai pada 24 April, dan seperti tahun-tahun sebelumnya, target utama mereka adalah "pasukan penjajah asing " dan "rezim antek AS," atau pemerintah Afghanistan.

Pernyataan tersebut dirilis oleh "Pemimpin Dewan Imarah Islam," yang lebih dikenal sebagai Quetta Shura. Serangan tahun lalu disebut Khaibar (atau Khyber), mengikuti nama pertempuran melawan Yahudi di Arab Saudi pada tahun 629.

Sejak awal serangan pasukan koalisi AS sekitar 14 tahun yang lalu, Taliban Afghanistan hampir selalu mengumumkan serangan setiap awal musim semi, yang juga menandai awal tahun baru di Afghanistan.

Pernyataan terbaru Taliban itu muncul di tengah upaya yang sudah berlangsung agak lama untuk melibatkan mereka dalam pembicaraan damai. Presiden Muhammad Ashraf Ghani telah meminta bantuan tetangga Pakistan, Cina dan Kerajaan Arab Saudi dalam membujuk  mujahidin Taliban untuk bergabung di meja perundingan.

Pasukan pemerintah Afghanistan memegang tanggung jawab keamanan penuh di negara itu setelah penarikan pasukan yang dipimpin NATO.

Pasukan Bantuan Keamanan Internasional yang dipimpin NATO mengalami kegagalan dan mengakhiri 13 tahun misi tempur mereka di Afghanistan pada 31 Desember 2014.

Sejak 1 Januari 2015, misi NATO itu berkembang menjadi pelatihan dan pemberian saran kepada pasukan boneka Afghanistan yang baru lahir. 13.000 tentara asing dari 28 sekutu NATO dan 14 negara mitra lainnya akan datang untuk mendukung misi Resolute Support.

 

Deddy | Jurniscom

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button