Internasional

13 Orang Tewas dan 100 Terluka dalam Serangan Kelompok IS di Barcelona

BARCELONA (Jurnalislam.com) – Kelompok Islamic State (IS) telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan mematikan di salah satu daerah wisata tersibuk di Barcelona, lansir Aljazeera, Kamis (17/8/2017).

Sedikitnya 13 orang tewas dan 100 lainnya cedera setelah sebuah van putih menabrak kerumunan pada sekitar pukul 5 sore waktu setempat (15:00 GMT) di area Las Ramblas yang ramai, seluas 1,2 kilometer yang penuh dengan toko-toko dan restoran dan biasanya penuh sesak dengan turis.

“Pelaku serangan Barcelona adalah tentara Islamic State,” media Amaq IS mengatakan pada akun messenger Telegram-nya, tanpa menyebutkan nama yang diklaim berada di balik serangan tersebut.

Amaq mengatakan bahwa IS meluncurkan serangan tersebut sebagai tanggapan atas seruan untuk menargetkan negara-negara yang mengambil bagian dalam koalisi pimpinan Amerika Serikat yang memerangi kelompok tersebut di Irak dan Suriah.

IS telah mengklaim beberapa serangan serupa di Eropa dalam satu tahun terakhir.

Serangan sore di kota Catalan timur laut itu merupakan yang paling mematikan di negara itu sejak tahun 2004, ketika seorang pembom yang terinspirasi al-Qaeda membunuh 192 orang dalam serangan terkoordinasi terhadap kereta komuter Madrid.

Polisi Spanyol menggambarkan kejadian tersebut sebagai “serangan teroris” dan menangkap dua orang. Mereka menolak laporan terdahulu tentang tersangka yang bersembunyi di sebuah bar di dekatnya.

Joaquim Forn, menteri dalam negeri Catalonia, mengkonfirmasi korban tewas di Twitter.

Ada kekhawatiran jumlah korban tewas bisa meningkat mengingat tingkat keparahan beberapa korban luka.

Sedikitnya satu warga negara Belgia – seorang wanita – termasuk di antara mereka yang terbunuh, kata menteri luar negeri Didier Reynders di Twitter.

Surat kabar El Pais mengatakan bahwa pengemudi kendaraan tersebut melarikan diri dengan berjalan kaki setelah serangan tersebut terjadi.

Masih belum jelas berapa banyak penyerang yang terlibat dalam insiden tersebut.

Warga telah diperingatkan untuk tidak bepergian ke Placa Catalunya.

Nafees Hamid, seorang saksi mata, mengatakan kepada Al Jazeera: “Ada helikopter di mana-mana dan polisi bersenjata bergegas ke daerah tersebut. Polisi telah menutup Las Ramblas.”

Dia menjelaskan melalui telepon bahwa kebanyakan orang mengindahkan peringatan polisi dan masuk ke dalam saat situasinya aktif.

Saksi lainnya berbicara tentang sebuah adegan pembantaian, dengan mayat-mayat bertebaran di sepanjang jalan raya sementara beberapa orang lari menyelamatkan diri.

“Ketika itu terjadi saya berlari keluar dan melihat kerusakan,” kata pekerja toko lokal Xavi Perez kepada AFP. “Ada mayat di lantai dengan orang-orang berkerumun di sekeliling mereka. Orang-orang menangis, ada banyak orang asing.”

Saksi Aamer Anwar mengatakan kepada televisi Inggris Sky News bahwa dia sedang berjalan di Las Ramblas, yang dia sebut “penuh sesak” dengan turis.

“Tiba-tiba saja, saya hanya mendengar suara menabrak dan seluruh orang di jalan mulai berlari, menjerit, saya melihat seorang wanita di sebelah saya menjerit kepada anak-anaknya.”

Video yang diposkan ke media sosial menunjukkan layanan darurat di lokasi kejadian.

Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy mengatakan bahwa dia telah berhubungan dengan pihak berwenang, dan sedang dalam perjalanan ke kota tersebut.

Layanan darurat meminta Metro dan stasiun kereta api untuk ditutup, menurut laporan.

Serangan tersebut diduga dilakukan pada puncak musim turis di Barcelona, ​​yang merupakan salah satu tujuan perjalanan top Eropa dengan sedikitnya 11 juta pengunjung setahun.

Sementara itu, sebuah van kedua yang terkait dengan serangan tersebut ditemukan di kota kecil Vic di Catalonia, kata pihak berwenang setempat di Twitter.

Polisi kepolisian juga mengatakan seorang supir sebelumnya menabrak dua perwira di Barcelona, ​​namun belum jelas apakah kejadian ini terkait dengan serangan dini di Las Ramblas.

James Glancy, seorang konsultan pertahanan dan keamanan, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa ini merupakan tanda serangan terinspirasi dari IS.

“Apa yang mereka coba lakukan adalah mengkoordinasikan dan memperpanjang serangan untuk memaksimalkan perhatian media kepada mereka demi menarik basis rekrutmen dan memperbaiki pendanaan mereka,” katanya.

Glancy mengatakan bahwa, jika dikonfirmasi, ini merupakan serangan IS pertama di tanah Spanyol, namun pihak berwenang Spanyol terbiasa menangani serangan dari separatis Basque ETA dan pemboman al-Qaeda di Madrid tahun 2004.

“Tapi sangat sulit untuk menentukan kapan dan di mana serangan akan terjadi dan juga ada koordinasi yang pasti di seluruh Eropa dari sel IS yang berbeda,” katanya. “Yang jelas ini adalah serangan yang direncanakan dan memiliki efek yang mereka inginkan untuk mendapatkan perhatian media di sana dan membuat histeria dan ketakutan di Spanyol.”

Diego Muro, seorang Dosen Hubungan Internasional di Universitas St Andrews, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa meskipun IS telah mengklaim serangan ini, mereka mungkin tidak secara langsung mengatur atau mendalangi.

“Ada kemungkinan juga bahwa serangan tersebut terinspirasi oleh IS. Kedua kemungkinan harus ada di atas meja,” kata Muro.

Muro mengatakan bahwa, walaupun pasukan keamanan Spanyol pada umumnya sangat dihormati, sumber daya mereka terbatas sementara jumlah anggota kelompok “radikal” berkembang, dan pasukan keamanan tidak dapat menyediakan keamanan yang lengkap.

“Serangan seperti ini bergantung pada sedikit teknologi dan sedikit logistik.”

Related Articles

Back to top button