Pemimpin Baru Hamas akan Tetap di Gaza

GAZA (Jurnalislam.com) – Kelompok perlawanan Islam Palestina Hamas mengatakan pemimpin kelompok mereka yang baru, Ismail Haniyeh, akan tetap berada di Jalur Gaza.
Berbicara kepada Anadolu Agency, juru bicara Hamas Hazem Qasim mengatakan bahwa Haniyeh akan meninggalkan jalur tersebut “jika keadaan memaksa”, Ahad (7/5/2017).
“Posisi baru Haniyeh bisa menyebabkan dia melakukan tur di luar Gaza,” katanya.
“Kepergiannya dari Jalur Gaza akan dinilai oleh pimpinan Hamas sesuai dengan evaluasi di masa depan,” kata juru bicara tersebut.
Haniyeh, mantan perdana menteri, terpilih sebagai kepala biro politik Hamas pada hari Sabtu, menggantikan Khaled Meshaal, yang telah menjadi pemimpin kelompok tersebut sejak 1996.
Jajak pendapat diadakan di Jalur Gaza dan Doha bersamaan melalui konferensi video.
Seorang sumber Hamas mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Sabtu bahwa Haniyeh kemungkinan tinggal di luar Gaza, yang telah berada di bawah blokade Israel selama satu dekade.
