Internasional

Komandan Nurddin al Zanki: Pertempuran untuk Bebaskan Aleppo akan Segera Digelar

SURIAH (Jurnalislam.com) – Komandan faksi Nurddin al Zanki “Tawfiq Shahabuddin” mengumumkan bahwa “Grand Epic of Aleppo” pertempuran untuk membebaskan kota Aleppo dan mematahkan pengepungan rezim Assad di wilayah timur dari kota akan dimulai, ElDorar AlShamia meaporkan Jumat (21/10/2016).

Shahabuddin pada akun Tweet-nya: “Dalam nama Allah, dan Allah Maha Besar, sebentar lagi orang-orang di Aleppo akan bergembira, Islam dukung kalian melalui panah malam (Doa-doa kalian, maka doakanlah), mungkin Allah akan menjadikan kita penakluk.

Dia juga sampaikan pada faksi revolusi dengan mengatakan, “wahai faksi Revolusi tinggalkan perbedaan Anda, dan singkirkan lengan baju Anda, dan berperilaku sebagai satu tubuh, karena perbedaan sumber kekalahan kita, Rabb melarang kita, berarti bahwa tidak akan ada revolusi setelah hari ini.”

Dia juga mengirim pesan kepada warga sipil di daerah yang akan dibebaskan, di mana ia berkata, “Wahai orang-orang kami di daerah yang akan dibebaskan mungkin Anda pernah membantu para (mujahidin) pejuang, dan menyelamatkan keluarga yang terjebak, dengan melakukan yang terbaik, ia menyampaikan pada pendukung revolusi mengatakan, “wahai pendukung revolusi, kami meningkatkan dukungan pada Anda untuk keberhasilan pertempuran ini, dengan harta atau usaha, pada setiap pertempuran yang terjadi sebelumnya tapi pertempuran untuk Aleppo adalah satu-satunya yang kita butuhkan.”

Shahabuddin juga bersumpah pada pasukan Syiah Assad dengan tegas mengatakan, “Shabiha Bashar tunggu balasan dari kami dan kami akan menghancurkan kalian.

Shahabuddin berjanji bahwa ruang operasi faksi Jaysh al-Fath, di samping ruang operasi Fateh Haleb dalam waktu dekat akan memulai pertempuran baru yang ditujukan untuk mematahkan serangan yang ditujukan pada distrik-distrik timur Aleppo, dan untuk menguasai wilayah baru di distrik-distrik barat, di mana lebih dari lima ribu mujahidin sedang mempersiapkan untuk menyerang, sumber militer kelompok melaporkan.

Related Articles

Back to top button