Banjir Surut, Warga Garut Bersama Relawan Gotong Royong Bersihkan Lumpur
GARUT (Jurnalislam.com) – Pasca banjir bandang yang menimpa warga di bantaran Sungai Cimanuk, Garut, Rabu (21/9/2016) lalu, sore tadi, Kamis (22/9/2016) warga bersama para relawan bahu-membahu membersihkan lumpur yang menggenangi rumah-rumah mereka.
Air yang ditaksir setinggi 4-5 meter itu menyapu rumah-rumah di bantaran sungai dan menyisakan lumpur dan material lainnya. Sebagian warga juga mengungsi ke masjid dan mushola setempat, sementara para relawan yang datang dari berbagai daerah berlalu lalang membantu warga.
Warga Kampung Mulyasari RW 15 Komplek Terminal Guntur menuturkan, mereka membutuhkan lebih banyak pompa air untuk membersihkan lumpur.
“Kami butuh pompa air yang lebih besar pak untuk menggunakan air Cimanuk, karena sekarang kami mengambil air dari sumur untuk membersihkan lumpur, tapi kan itu terbatas,” terang seorang warga kepada Jurniscom.
Lokasi yang sulit diakses, membuat warga bersama relawan harus membersihkan lumpur dengan alat seadanya. Mobil-mobil damkar pun tak bisa berbuat banyak, hanya terlihat berjejer di depan RS Dr Slamet yang juga menjadi korban sapuan banjir yang disebut-sebut sebagai banjir terparah yang melanda Kota Intan itu.
Bahkan di Kampung Lapang Paris di sekitaran RS Dr Slamet, akses hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki karena ketinggian lumpur mencapai satu meter lebih. Selain itu, di kampung ini juga aliran listrik terputus.
“Masih ada kampung yang minim bantuan, karena kesananya kita harus jalan kaki melewati lumpur segini (menunjukan tangan ke arah perut),” terang Tedi, salah seorang relawan asal Garut.
“Tapi kami sudah dari sana tadi dan alhamdulillah sudah membuka posko,” tambah Tedi.
Sementara itu, aktivitas di RS Dr Slamet sudah kembali normal namun lalu lintas di Jalan Rumah Sakit masih padat. Volume air di sungai Cimanuk sendiri saat ini sudah surut namun alirannya masih deras. Hingga petang tadi, hujan masih mengguyur kota Garut.


