Rezim Assad Umumkan Gencatan Senjata di Suriah namun Tidak untuk Jabhat Fath al Syam

IDLIB (Jurnalislam.com) – Rezim Suriah hari Senin (12/09/2016) mengumumkan dimulainya gencatan senjata yang ditengahi AS-Rusia di seluruh negeri, kata kantor berita resmi.
The Syrian Arab News Agency mengatakan gencatan senjata akan berlaku sejak Senin pukul 19:00 waktu setempat (1600GMT) hingga 18 September pukul 23:59 waktu setempat (2059GMT).
Menurut pernyataan Komando Umum Angkatan Darat dan Angkatan Bersenjata, gencatan senjata tujuh hari tersebut diterapkan di Suriah tetapi tentara mempertahankan hak untuk “menindak tegas bagi yang menggunakan semua jenis senjata untuk setiap pelanggaran oleh kelompok bersenjata.”
Seorang pejabat pertahanan sipil melaporkan terjadinya potensi pelanggaran gencatan senjata, meskipun belum jelas kapan serangan tersebut terjadi.
Mohammed Maznuk mengatakan pesawat rezim menyerang Maarat Misriun hingga utara kota Idlib, menewaskan sedikitnya 10 orang. Dia mengatakan kepada Anadolu Agency 17 orang terluka dalam serangan itu.
Gencatan senjata ditujukan agar bantuan kemanusiaan dapat masuk ke bagian negara yang terkepung. Sekretaris AS John Kerry menjuluki kesepakatan itu sebagai “titik balik” dan bisa menandai sebuah langkah “menuju perdamaian yang dinegosiasikan dan transisi politik di Suriah.”
Gencatan senjata ini berlaku untuk semua kelompok bersenjata di Suriah kecuali Jabhah Nusrah, yang baru saja berubah nama menjadi Jabhat Fath al-Syam.



