Internasional

Guardians of Syariah Tampilkan Petinggi Al Qaeda, Syeikh Ibrahim Abu Salih

YAMAN (Jurnalislam.com) – Al Qaeda Semenanjung Arab (AQAP) mempublikasikan kepada publik salah satu anggota pendiri AQAP untuk pertama kalinya dalam sebuah video yang dirilis awal bulan ini. Syeikh Ibrahim Abu Salih (juga dikenal sebagai Abu al Hassan al Hashimi) telah berjihad selama lebih dari 35 tahun, video AQAP "Guardians of Syariah" adalah produksi pertama yang menampilkan dirinya.

Keputusan Syeikh Abu Salih untuk keluar dari belakang layar menunjukkan bahwa al Qaeda menjaga kursi kepemimpinan dalam waktu lama, yang tidak banyak diketahui oleh publik lebih dari 14 tahun setelah serangan 9/11.

Menurut biografi yang diterbitkan pada situs media sosial berafiliasi AQAP, Abu Salih belajar Ilmu ilmu Syar'i di Universitas Al Azhar di Kairo sebelum bergabung dengan kelompok Jihad Islam Mesir (EIJ) pada tahun 1979 atau 1980. EIJ, yang bertanggung jawab atas serangkaian serangan di Mesir dan di tempat lain, dipimpin oleh Syeikh Ayman al Zawahiri, yang akhirnya menjadi al Qaeda.

Abu Salih bekerja dengan beberapa pemimpin paling senior al Qaeda sepanjang karirnya. Ketika ia bergabung dengan EIJ, Abu Salih bersama dengan Syeikh Mustafa Abu al Yazid dan keduanya dipenjara bersama di tahun 1990-an, menurut biografi AQAP. Syeikh Yazid, yang kemudian menjabat sebagai general manager al Qaeda dan dekat dengan Syeikh Usama bin Laden, syahid dalam serangan pesawat tak berawak AS pada tahun 2010.

Pada tahun 1989 atau 1990, Abu Salih melakukan perjalanan ke Afghanistan, di mana ia bertemu dengan Syeikh Ubaidah al Banshiri dan sejumlah pimpinan jihad lain. Banshiri adalah salah satu letnan paling terpercaya Syeikh Usama bin Laden sampai syahidnya pada tahun 1996.

Namun, Abu Salih tidak tinggal di Afghanistan. Pada awal 1990-an, Syeikh Zawahiri dan Banshiri memerintahkan dia untuk pindah ke Yaman, dan menyebarkan pemikiran jihad untuk menghadapi komunisme dan sekulerisme.

Setelah perjalanan lain ke Afghanistan, Dr Zawahiri memerintahkan Abu Salih untuk kembali ke Yaman pada tahun 1992 atau 1993. Syeikh Zawahiri memerintahkan Abu Shalih untuk mengawasi administrasi urusan Al Qaeda di Yaman, serta membuka hubungan masyarakat dengan semua ulama, tokoh dan sheikh.

Bertahun-tahun kemudian, Abu Salih membantu mendirikan AQAP dan saat ini bertindak sebagai pejabat keamanan AQAP. Dia juga anggota elit dewan syura, atau penasihat AQAP.

Biografi AQAP untuk Syeikh Abu Salih dimaksudkan untuk menunjang kredibilitas jihadnya, sehingga para pendengar mengetahui bahwa ia memiliki otoritas. Abu Salih kemungkinan memang bukan hanya sebagai juru bicara AQAP, tetapi juga untuk seluruh organisasi global Al Qaeda.

Dalam bangkitnya pemberontakan Arab2011, Al Qaeda merelokasi banyak tim manajemen ke Yaman dan Suriah. Pemimpin AQAP, Syeikh Nasir al Wuhayshi, bernama keseluruhan general manager al Qaeda, memberinya kekuatan jauh di luar Yaman. Dan Syeikh Wuhayshi juga menjabat sebagai wakil manajer umum al Qaeda.

Syeikh Wuhayshi dan beberapa bawahan kuncinya diburu oleh pesawat tempur Amerika awal tahun ini. Sehingga menciptakan kekosongan yang diisi Abu Shalih dan veteran al Qaeda lainnya.

Dalam "Guardians of Syariah," Abu Salih membahas sejarah jihad dan perang al Qaeda dengan Barat. Ia menekankan pentingnya ideolog sejati yang dapat memimpin umat.

"Yang paling penting adalah bahwa selama dekade terakhir Barat sangat ingin menyerang posisi pengetahuan (ilmu) dan orang-orangnya," katanya dalam video, menurut terjemahan yang diperoleh The Long War Journal. "Mereka ingin agar umat (masyarakat di seluruh dunia Muslim) tidak memiliki seorang imam atau sarjana (ahli ilmu) yang benar yang bisa diandalkan umat."

Abu Salih menggambarkan jihad al Qaeda sebagai perang melawan pasukan Salibis (Kristen) dan Zionis (Yahudi), dan mengatakan bahwa ulama masa lalu, termasuk Ulama abad pertengahan Ibnu Taimiyah, tidak akan menerima diamnya umat menghadapi pendudukan Palestina. Semenanjung Arab, kiblat umat Islam (mengacu ke Mekah) harus berdoa jika tidak Al Andalus tetap berada di bawah kekuasaan Kristen. "Para pemikir jihad tersebut tidak akan bisa berlama-lama sementara tanah Muslim sedang diatur tanpa syariah (hukum Islam) Allah."

Al Qaeda berusaha mengembalikan Khilafah Islam, yang berakhir tahun 1924. Menurut Abu Shalih, tentara Islam gagal mencapai kemenangan di sebagian besar perang sejak saat itu, karena iman tidak hadir, begitu juga ulama tidak ada. "Selama perang tahun 1967, tentara Mesir dimotivasi oleh lagu-lagu dari musisi populer, bukannya termotivasi oleh ayat-ayat Al Quran dan hadits. Tentara memiliki kendaraan lapis baja, tetapi tidak memiliki iman," menurut Abu Shalih.

Abu Salih memuji beberapa pemikir yang menghidupkan kembali semangat jihad, termasuk Dr Abdullah Azzam (mentor Syeikh Usama bin Laden dan godfather ideologi jihad modern), Yunis Khalis (pemimpin mujahidin di Afghanistan tahun 1980-an), dan Jalaluddin Haqqani (pendiri jaringan Haqqani, yang erat bersekutu dengan al Qaeda di Afghanistan dan Pakistan.) Ketiga pria tersebut, "Mendidik umat Islam dengan memberikan khotbah, pelajaran, fatwa dan tulisan," kata Abu Salih. Mereka semua mengaduk air yang diam tak bergerak, mengembalikan arah menuju jalan yang benar."

AS telah menyebabkan perang panjang terhadap al Qaeda selama lebih dari 14 tahun. Puluhan pemimpin utama telah dibunuh atau ditangkap. Tapi berapa banyak veteran terus bermunculan, seperti Syeikh Abu Salih, yang tetap berada di medan perang? Dan berapa banyak pemimpin baru muncul dan akan terus muncul untuk menggantikan tempat mereka yang telah syahid? Pertanyaan-pertanyaan ini jarang ditanyakan, apalagi dijawab oleh AS.

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button