Intifadhah Palestina Paksa Warga Israel Merubah Cara Jalani Hidup
PALESTINA (Jurnalislam.com) – Sebuah jajak pendapat yang dilakukan Israel sendiri menegaskan, sebanyak 38% warga mereka dipaksa oleh aksi Intifadhah Al-Quds untuk mengubah cara dalam menjalani hidup mereka, lansir Infopalestina, Ahad (08/11/2015).
Hasil jajak pendapat yang diselenggarakan oleh Lembaga Studi Israel “Indikator Perdamaian” untuk Demokrasi dan Universtitas Tel Aviv menunjukan, sebanyak 53% warga Israel sepakat bahwa warga Palestina yang berniat melakukan serangan pembunuhan terhadap Israel atau dianggap mengancam membunuh harus dibunuh sementara 44% lainnya tidak setuju.
Selain itu, sebanyak 38% peserta jajak pendapat merasakan perilaku setiap hari mereka berubah dan 79,5% dari publik Israel meyakini bahwa tindakan penggusuran rumah-rumah warga pelaku penyerangan menjadi penggertak dan menakutkan mereka, sementara 11% meyakini bahwa pemerintah Israel tidak harus menggusur rumah mereka.
Di sisi lain, sebanyak 74% warga Palestina di wilayah jajahan tahun 1948 menilai, memburuknya keamanan di Tepi Barat diakibatkan langsung oleh keputus-asaan Palestina karena tidak ada kemajuan dalam arena politik sementara opini warga Arab di Israel terbagi soal dimana sebanyak 50% menyatakan penyebabnya adalah stagnasi politik.
Terkait kinerja pemerintah Israel menangangi keamanan, sebanyak 56% warga zionis menyatakan sangat buruk.
Sejak awal Oktober lalu, kondisi Tepi Barat dan Al-Quds diwarnai oleh konfrontasi para pemuda Palestina dengan pasukan Israel berikut warga pemukimnya menenteng pelanggaran Israel dan penggerebekan ke masjid Al-Aqsha.
Deddy | Infopalestina | Jurniscom


