Internasional

Jet Tempur Irak Tewaskan 52 Warga Sipil, Parlemen di Anbar: Siapa Dibalik Serangan Itu?

IRAK (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 52 orang – kebanyakan wanita dan anak-anak – tewas ketika serangan udara pasukan Irak keliru menargetkan warga sipil yang berkumpul di kota barat al-Qaim yang dikuasai kelompok Islamic State (IS), pejabat militer mengatakan kepada Al Jazeera, Rabu (07/12/2016).

Puluhan orang lainnya yang dilaporkan sedang menunggu gaji mereka di luar fasilitas pertukaran dan pasar ternak juga terluka dalam serangan udara hari Rabu oleh jet tempur Sukhoi.

Mohammed al-Karbouli, anggota parlemen Irak di provinsi Anbar, mengatakan dalam sebuah pernyataan resmi di laman Facebook-nya bahwa bukan pertama kalinya warga sipil dibom oleh angkatan udara Irak.

“Kami menuntut pemerintah membentuk sebuah komisi investigasi untuk mencari tahu siapa yang berada di belakang ini kecelakaan berulang yang membunuh warga sipil, akhir-akhir ini di kota al-Qaim,” kata Karbouli.

“Mengulangi kesalahan mengebom warga sipil adalah mendistorsi reputasi pasukan kami.”

Dia juga mengatakan, insiden tersebut mengangkat pertanyaan tentang validitas intelijen yang digunakan tentara dalam menargetkan kelompok IS.

“Insiden ini memberikan kesempatan kepada organisasi teroris untuk mempromosikan informasi melalui media mereka yang merugikan pasukan kami,” kata Karbouli.

Politisi Anbar lainnya, Ahmed al-Salmani, dan sumber rumah sakit mengatakan 55 warga sipil tewas.

Amaq, lengan media IS, melaporkan serangan itu, mengatakan sedikitnya 60 warga sipil tewas oleh pesawat tempur Irak.

Juga pada hari Rabu, pasukan Irak mengklaim mereka membuat kemajuan dalam pertempuran mereka melawan IS di Mosul.

Letnan Jenderal Abdul-Amir Yarellah, komandan kampanye, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tentara telah “sepenuhnya membebaskan” lingkungan al-Elam dan mengibarkan bendera Irak di atas bangunan.

Dia mengatakan IS “menderita kerugian”, tapi tidak merinci keterangannya.

Divisi lapis baja ke-9 militer Irak (9th Armoured Division) mengatakan telah merebut kembali rumah sakit al-Salam dalam sebuah serangan hari Selasa, yang merupakan jarak terjauh yang telah dirambah tentara di Mosul timur sejak awal serangan yang diluncurkan luas pada 17 Oktober.

“Kami maju ke distrik al-Salam tapi situasi sulit. Ada pertempuran sengit,” kata Brigadir Jenderal Shaker Kadhem kepada kantor berita AFP.

“Kami mengambil alih rumah sakit al-Salam, yang merupakan pusat komando daesh,” katanya, menggunakan akronim bahasa Arab untuk IS.

Related Articles

Back to top button