Internasional

Yaman dan Milisi Houthi Sepakat Lepaskan 50 Persen Tawanan Perang

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pejabat pemerintah Yaman dan pemberontak Syiah Houthi pada hari Selasa (10/05/2015), sepakat bebaskan setengah dari tahanan dan narapidana yang ditahan oleh kedua belah pihak dalam waktu 20 hari, para pejabat dari kedua delegasi mengatakan, lansir Al Arabiya News Channel, Selasa.

Kesepakatan tersebut adalah terobosan pertama dalam pembicaraan damai yang dimulai di Kuwait pada tanggal 21 April, dan disepakati selama pertemuan kelompok kerja bersama mengenai narapidana dan tahanan yang dibentuk oleh utusan khusus PBB Ismail Ould Cheikh Ahmed.

Ada tekanan internasional untuk mengakhiri konflik Yaman yang diperkirakan oleh PBB telah menewaskan lebih dari 6.400 orang dan 2,8 juta orang lainnya menjadi pengungsi sejak Maret tahun lalu.

"Dalam pertemuan disepakati untuk melepaskan 50 persen dari narapidana dan tahanan selama 20 hari ke depan," Mane al-Matari, penasihat media menteri luar negeri Yaman yang memimpin delegasi pemerintah, mengatakan kepada AFP.

Sebuah sumber yang dekat dengan delegasi oposisi menegaskan kesepakatan untuk melepaskan setengah dari tahanan di kedua belah pihak dan berkata "itu akan menjadi pertukaran tahanan".

Kedua belah pihak akan bertemu lagi pada hari Rabu untuk menyelesaikan mekanisme tentang bagaimana dan kapan pertukaran akan berlangsung, kata Matari.

"Pemerintah Yaman berkomitmen untuk membebaskan semua tahanan sesuai perjanjian," katanya.

Matari memperkirakan bahwa jumlah mereka ada "ribuan", tapi sumber pemberontak Houthi mengatakan mungkin hanya ratusan tahanan yang terlibat.

Setelah interupsi dua hari, kedua delegasi kembali melakukan pembicaraan tatap muka pada hari Senin setelah ada upaya mediasi dan banding oleh utusan PBB.

Konflik Yaman dipicu oleh pemberontak Syiah Houthi yang didukung Republik Syiah Iran dan sekutu mereka yang setia kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh melawan pasukan yang setia kepada pemerintah yang diakui secara internasional, Presiden Abedrabbo Mansour Hadi, yang didukung oleh koalisi pimpinan Arab Saudi.

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button