Warga Menolak, LUIS: Pemerintah Jangan Paksakan Pembangunan RS Siloam

SOLO (Jurnalislam.com) – Ketua Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) Edi Lukito menjelaskan, keberadaan Rumat Sakit Siloam dengan segala misi di dalamnya akan menciptakan keresahan. Sebab warga Kratonan tidak setuju dengan pembanguan Rumah Sakit yang kabarnya dibiayai bos Lippo James Riyadi itu.
“Kalimat sederhana adalah pembangunan Siloam kita tolak. Dasarnya yang paling prinsip adalah adanya warga yang menolak. Dan yang kedua sederhana pula, kita minta dukugan anggota dewan untuk warga, dukungan moril,” tegas Edi di ruang rapat DPRD Kota Solo, Jumat (2/9/2016).
“Jangan dipaksakan berdiri. Kalau dipaksakan kita akan lawan siapapun ndak peduli, nyawa taruhannya, aku ra wedi,” sambungnya.
Menanggapi penolakan warga Kratonan itu, Ketua DPRD Kota Solo Teguh Prakoso menegaskan akan menghentikan pembangunan RS tersebut jika menyalahi izin awal, yaitu pendirian RS.
Menurutnya, RS Siloam hanya mengantongi izin pendirian Rumah Sakit saja. Akan tetapi berdasarkan invetigasi elemen umat Islam Solo, RS Siloam juga akan membuka hotel dan kegiatan pendidikan. Hal itulah yang dinilai akan meresahkan umat Islam khususnya warga Kratonan.
“Setahu saya izinnya hanya Rumah Sakit, jadi kalau nekat berdiri itu Rumah sakit didalamnya ada hotel, ada pendidikan, jenengan rasah ngoyak-oyak saya. Saya ketua DPRD yang akan menghentikan bangunan itu,” ujar Teguh.
Lebih tegas lagi, Ketua Forum Umat Islam (FUI) Klaten mengatakan, umat Islam Solo akan tetap menolak Siloam dengan atau tanpa hotel maupun pendidikan.
“Jadi jangan sampai salah, kita terjebak, ijinnya nanti rumah sakit tok, tidak ada Hotel, tidak ada Pendidikan. Yang kedua, sudah ada penolakan semacam ini kalau dilanjutkan pasti akan terjadi keresahan terus. Kalau anggotan Dewan menginginkan keresahan seperti ini silahkan dilanjutkan” tegas Syafei.
Ratusan warga Kratonan bersama elemen umat Islam Solo pada Jumat (2/9/2016) kemarin melakukan aksi unjuk rasa di depan DPRD Kota Solo menolak pembangunan RS Siloam di Jalan Honggowongso 137, Kratonan, Serengan, Kota Solo.




