JAKARTA (Jurnalislam.com) – Komitmen konkret MUI untuk membangun ekonomi umat tertuang dalam kongres ekonomi umat Islam yang baru saja berakhir dihelat di Hotel Sahid Jakarta, Senin (24/4/2017) siang. Kongres melahirkan sejumlah poin deklarasi yang titik tekannya memperkuat ekonomi yang berkeadilan dan merata untuk umat.
Baca Juga: Ini Enam Poin Deklarasi Kongres Ekonomi Umat Islam
Untuk merealisasikan hal itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’aruf Amin mengatakan, akan menggerakan ekonomi umat melalui pesantren dan koperasi.
Selain itu, MUI juga akan berkoordinasi dengan pemerintah untuk melahirkan kebijakan-kebijakan baru yang menopang arus baru ekonomi Indonesia.
“Mensinergikan mereka kemudian juga mensinkronisasi dan mengakselerasi. Karena itu MUI dari pusat sampai ke daerah akan terus menggerakan itu,” kata Kyai Ma’ruf kepada wartawan di Hotel sahid Jakarta, senin (24/4/2017).
MUI juga akan mengajak para pengusaha untuk bermitra dan ambil bagian di dalamnya.
“Nah, kalau ekonomi umat ini tumbuh, kemudian pemerintah membuat kebijakan-kebijakan yang berpihak ditambah para pengusaha besar ikut bergabung, kita harapkan hasil keputusan kongres itu bisa berjalan,” paparnya.
Kyai Ma’ruf menyatakan, MUI akan membentuk komite yang berasal dari ormas Islam, pemerintah, pengusaha, dan MUI sendiri untuk mengawal jalannya hasil kongres.
“Semua itu kita libatkan untuk membahas arus baru ekonomi Indonesia ini. Komite ini akan terus mengawal baik masalah kebijakan, kemitraan, maupun gerakan-gerakan ekonomi umat Islam,” pungkasnya.
Reporter: M Firdaus




