Raja Saudi Tolak Permainan Politik Iran pada Ibadah Haji

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Raja Saudi Salman mengatakan pada hari Selasa bahwa kerajaan menolak setiap upaya untuk bermain politik dengan haji, ibadah tahunan yang telah menambah ketegangan antara Riyadh dan Teheran, lansir World Bulletin Selasa (13/09/2016).
Dengan penuh keprihatinan, Riyadh mengatakan Teheran menuntut hak untuk mengatur haji.
“Kerajaan dengan tegas menolak bahwa haji melayani tujuan politik apapun,” Salman, 80 tahun, mengatakan dalam pidato singkat untuk VIP internasional yang menghadiri ibadah haji.
Teheran menuduh Riyadh “memblokir jalan menuju Allah.”
Di antara isu-isu itu keamanan adalah insiden desak-desakan jamaah asing dengan warga Iran yang bergerak berlawanan arah pada haji tahun lalu yang menurut pejabat asing, menewaskan sekitar 2.300 orang.
Iran melaporkan jumlah korban terbesar yaitu sejumlah 464.
Hanya beberapa hari sebelum haji tahun ini, yang dimulai pada hari Sabtu, pemimpin tertinggi Syiah Iran Ayatollah Ali Khomeini mempertanyakan hak Arab Saudi untuk mengelola situs suci Islam.
Ia menyebut keluarga penguasa Saudi sebagai “Setan kecil” yang telah mempolitisasi ibadah haji. Khomeini juga menghasut bahwa pemerintah Saudi “membunuh” para korban insiden terinjak tahun lalu.
Tuduhan pemimpin Syiah Khamenei tersebut dijawab oleh ulama Saudi.
Mufti Arab Saudi Syeikh Abdul Aziz membalas dengan mengatakan dalam sebuah surat kabar bahwa Iran “bukan Muslim.”
Dewan Kerja Sama Teluk yang beranggotakan enam negara, dimana Arab Saudi adalah salah satu anggotanya, mengatakan Iran “melakukan upaya putus asa untuk mempolitisasi” haji dan mengatakan bahwa pernyataan Khamenei tersebut ofensif.
Lebih dari 1,8 juta umat Islam dari seluruh dunia telah mengikuti ibadah haji tahunan yang secara resmi berakhir pada hari Kamis.
“Melayani tamu Allah adalah suatu kehormatan bagi kami,” kata Salman di depan delegasi VIP.
Arab Saudi mengatakan warga Iran masih disambut untuk melaksanakan haji jika mereka berasal dari negara lain. Juru bicara kementerian haji mengatakan “sejumlah” warga Iran yang memegang paspor Negara lain hadir dalam haji tahun ini.
Dia tidak menjelaskan lebih spesifik.
Arab Saudi yang didominasi Muslim Sunni dan Iran yang merupakan sekte Syiah tidak memiliki hubungan diplomatik dan berselisih atas sejumlah isu regional termasuk perang di Suriah dan Yaman.



