Tanggapi Ancaman AS, Iran Perluas Program Rudal Balistik
IRAN (Jurnalislam.com) – Presiden Republik Syiah Iran Hassan Rouhani memerintahkan menteri pertahanan pada hari Kamis (31/12/2015) untuk memperluas program rudal Iran, dalam menanggapi ancaman AS untuk menjatuhkan sanksi atas uji coba rudal balistik Iran yang dilakukan pada bulan Oktober, Al Arabiya News Channel, Kamis.
"Saat pemerintah AS jelas-jelas masih melakukan kebijakan bermusuhan dan campur tangan ilegal … angkatan bersenjata kami harus cepat dan secara signifikan meningkatkan kemampuan rudal mereka," tulis Rouhani dalam sebuah surat kepada Menteri Pertahanan Hossein Dehghan, diterbitkan pada kantor berita negara IRNA.
Pemerintahan AS Barack Obama sedang mempersiapkan sanksi baru terhadap perusahaan-perusahaan internasional dan individu atas program rudal balistik Iran, menurut sumber-sumber yang akrab dengan situasi, Rabu.
The Wall Street Journal melaporkan sebelumnya bahwa sanksi potensial akan menargetkan sekitar 12 perusahaan dan individu untuk peran mereka dalam mengembangkan Program balistik-rudal Iran.
Para pejabat AS mengatakan Departemen Keuangan mempertahankan hak mereka di bawah perjanjian nuklir bulan Juli antara Iran dan enam kekuatan dunia, termasuk Washington, untuk mem-blacklist entitas Iran yang diduga terlibat dalam pengembangan rudal, kata The Wall Street Journal.
Para pejabat Iran mengatakan pemimpin tertinggi negara itu menganggap hukuman seperti itu melanggar kesepakatan nuklir.
"Kami sudah mencari beberapa waktu pilihan untuk tindakan tambahan yang terkait dengan program rudal balistik Iran berdasarkan keprihatinan kami akan kegiatannya, termasuk uji coba rudal balistik Iran pada 10 Oktober," kata seorang pejabat pemerintahan Obama.
"Kami sedang mempertimbangkan berbagai aspek yang berkaitan dengan sebutan tambahan, serta mengembangkan pekerjaan diplomatik yang konsisten dengan kepentingan keamanan nasional kita," kata pejabat itu, tanpa menyebut nama.
Sebuah tim monitor sanksi PBB mengatakan dalam sebuah laporan rahasia yang dilihat oleh Reuters pada 15 Desember bahwa jarak menengah roket Emad yang diuji Iran pada 10 Oktober adalah rudal balistik yang mampu memberikan hulu ledak nuklir, sehingga merupakan pelanggaran terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB.
Para diplomat mengatakan sangat mungkin bagi komite sanksi untuk mem-blacklist individu atau lembaga Iran tambahan atas peluncuran rudal tersebut. Tapi mereka mengatakan Rusia dan China, yang menentang sanksi terhadap program rudal Iran, mungkin akan memblokir setiap tindakan sanksi tersebut.
Barat menganggap bahwa rudal Emad mampu memberikan hulu ledak nuklir.
Deddy | Alarabiya | Jurnalislam
