Internasional

500 Ulama Muslim Dunia Peringatkan Masjid Al Aqsha dalam Bahaya

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Lebih dari 500 pemimpin dan ulama dari 30 negeri-negeri Muslim bertemu di Istanbul pada hari Jumat memperingatkan bahwa Masjid Al-Aqsha, tempat suci ketiga umat Islam yang terletak di Yerusalem, berada dalam bahaya, Anadolu Agency melaporkan Sabtu (08/10/2016).

Para pemimpin agama dan politik, yang mewakili sedikitnya 50 organisasi masyarakat sipil dan partai politik di negara mereka berkumpul di Forum Opini Pemimpin Negara-Negara Islam ke-8 (the 8th Islamic Countries’ Opinion Leaders Forum), yang berjudul “Al-Aqsa dalam Bahaya” (Al-Aqsa is in Danger) di Istanbul, yang diselenggarakan oleh Pusat Hubungan Arab-Turki.

Yasin Aktay, wakil ketua Partai Partai Keadilan dan Pembangunan (AK), yang mewakili Turki saat berbicara pada pembukaan forum tersebut, mengatakan: “Jika [Masjid] Al-Aqsha dalam bahaya berarti manusia berada dalam bahaya, karena Al-Quds [Yerusalem] memberi kami sebuah contoh bagaimana orang [dari berbagai kaum] hidup berdampingan secara damai dengan cara yang ideal.”

Abderrazak Makri, ketua Gerakan Masyarakat untuk Perdamaian di Aljazair (the Movement of Society for Peace in Algeria), menegaskan: “Tidak akan ada keberhasilan di negeri Islam tanpa berjuang untuk Palestina” dan menyalahkan kekuatan asing bahwa “tidak menginginkan kita bersatu, berkembang. Itulah sebabnya kita harus bersatu berjuang untuk Masjid Al-Aqsha.”

Selama hari raya Rosh Hashanah tahun lalu, yang menandai tahun baru Yahudi, pembatasan bagi pria di bawah usia 50 tahun untuk memasuki Masjid menjadi sebab bentrokan di Jerusalem dan Tepi Barat yang diduduki.

Serangkaian hari raya sekte yahudi selama sebulan yang dimulai dengan Rosh Hashanah di masa lalu juga menyebabkan ketegangan karena banyak warga Palestina keberatan dengan meningkatnya jumlah pengunjung Yahudi yang masuk ke kompleks masjid Al-Aqsha, yang dihormati oleh Muslim,Yahudi, yang mengklaim sebagai Temple Mount.

Palestina di masa lalu melaporkan penjajah Israel mengubah status quo, berupa keseimbangan hak untuk melaksanakan sholat dan berkunjung yang menjamin hak umat Islam untuk beribadah di lokasi, melalui kebijakan bagi Al-Aqsha dan daerah sekitarnya.

Ketegangan yang disebabkan oleh pembatasan masuk ke Al-Aqsha tahun lalu diikuti oleh aksi perlawanan yang berakibat sedikitnya 235 warga Palestina gugur oleh kebrutalan pasukan zionis, sebagian besar gugur dalam bentrokan atau tuduhan melakukan serangan.

Related Articles

Back to top button