Opini

Quo Vadis Sidang PK Ustadz Abu Bakar Ba’asyir

TINGGAL menghitung hari proses sidang peninjauan kembali (PK) ustadz Abu Bakar Ba'asyir akan kembali digelar. Tentu proses persidangan akan kembali hangat karena pada sidang PK kali ini akan mendatangkan beberapa saksi kunci beserta alat bukti baru yang dengan dua instrumen tersebut akan mampu merubah putusan hukuman terhadap ustadz ABB. Sebab jika dianalisa dari alat bukti yang dimiliki, alur serta arahnya jelas bahwa ustad ABB bukan merupakan intelectual crime seperti yang selama ini disangkakan.

Terlepas dari sidang PK yang digelar pekan kemarin, keesokan harinya publik dikejutkan dengan tragedi bom Sarinah yang sampai hari ini belum terungkap secara keseluruhan siapa aktor intelektual serta motif apa di balik pengeboman tersebut. Kejadian sarinah mengingatkan publik kepada tragedi Marriot dan Kedubes Australia yang waktunya pun sangat berdekatan dengan agenda sidang ustad ABB.

Tragedi Sarinah ternyata berimpikasi negatif bagi ustadz ABB karena beberapa pihak mengkorelasikan kejadian tersebut terhadap ustad ABB. Bahkan muncul pernyataan ustadz ABB terlibat dalam aksi tersebut. Tentu pihak tersebut ingin memancing di air keruh. Menggelontorkan opini terhadap publik sehingga ustadz ABB kembali tertuduh dan terstigmatisasi buruk di masyarakat awam.

Seolah menjadi hal wajar ketika beberapa pihak selalu mengaitkan kejadian-kejadian terorisme terhadap ustadz ABB, ini karena ketokohan ustadz yang begitu kuat. Sebab diakui atau tidak, ustadz ABB merupakan tokoh sentral yang begitu populis dalam dunia pergerakan Islam. Maka agenda sidang ustadz ABB pun begitu menyedot perhatian publik baik nasional maupun internasional.

Proses sidang PK kali ini pun menjadi parameter bagi pemerintah Indonesia. Menakar sejauh mana pemerintah menjungjung nilai-nilai keadilan bagi warga negaranya. Jika proses sidang PK ini kental dengan intervensi serta kepentingan politik, ini mengindikasikan bahwa kedaulatan bangsa ini sudah direnggut oleh oleh gajah-gajah besar yang banyak muatan kepentingannya. Salah satunya Barat yang ingin terus meneguhkan Islamphobia melalui program terorisme di Indonesia.

Kiranya hendak kemana alur sidang PK ustadz ABB ini perlu dikawal secara serius oleh seluruh komponen umat. Energi umat harus terhimpun agar rasa keadilan yang hari ini begitu pahit akan berbuah manis. Sebab hakikatnya selalu ada jalan bagi para pengusung perubahan dan kebenaran akan terus hidup serta pasti dimenangkan. Wallahu a'lam

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button