BNPB Fokus Evakuasi Korban di 9 Titik di Kota Palu
JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pada hari keenam penanganan bencana gempa, tsunami, dan likuifaksi di Sulteng, korban meninggal dunia sudah sebanyak 1.424 jiwa dan 113 lainnya belum ditemukan. Sedangkan rumah rusak mencapai 66.238 unit. Evakuasi difokuskan di 9 titik.
Demikian disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema ‘Update Tanggap Bencana Sulteng’ di Lobi Graha BNPB, Jakarta, Kamis (4/10/2018).
“Hari ini H+6, sampai siang ini tercatat korban meninggal 1.424 meninggal. Dengan perincian di Donggala 144 jiwa, Palu 1.203 jiwa, Sigi 64 jiwa, dan 12 orang Parigi Moutong, dan dari Pasang Kayu 1 orang,” kata Sutopo.
Sedangkan data korban dimakamkan sebanyak 1.047 jenazah sudah dimakamkan secara massal di TPU Kota Palu, termasuk yang berasal dari Donggala, Parigi Mautong, dan Sigi.
Baca juga: Cerita Pilu Korban Gempa: Sudah Menderita, Dijarah Pula
“Sebanyak 2.549 luka berat tengah dalam perawatan di rumah sakit baik di dalam Kota Palu maupun di luar Palu, seperti di Makassar,” ungkapnya.
Sementara itu, Sutopo mengatakan, jumlah pengungsi saat ini mencapai angka 70.881 jiwa yang tersebar di 141 titik. “Pendataan masih terus dilakukan, baik dengan menggunakan analisis satelit maupun survei lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, data ini akan terus bergerak sesuai hasil yang diperoleh petugas. Sementara jumlah petugas yang dikerahkan untuk tanggap darurat lebih dari 67 ribu personel.
“Jadi memang, kalau kita lihat dari hari ke hari penanganan lebih baik,” katanya.
Penanganan yang membaik itu, kata dia, diantaranya adalah listrik dan jaringan komunikasi yang sudah menyala dan distribusi air bersih.
Fokus Evakuasi di 9 Titik
Sutopo mengatakan, evakuasi korban saat ini difokuskan di sembilan titik di Kota Palu, yaitu di Hotel Roa-roa, Perumnas Petobo, Hotel Mercure, Jl Kartini, dan Jl Talise.
Ia juga menyampaikan evakuasi terhadap warga negara asing yang jumlahnya sebanyak 120 orang. Namun satu orang WNA asal Korea hingga kini belum ditemukan.
Terkait alat berat, Sutopo menekankan, saat ini telah dikerahkan total 25 alat berat untuk mengevakuasi dan membersihkan puing bangunan. Sedangkan 21 alat berat lainnya masih dalam perjalanan menuju titik terdampak gempa.
Baca juga : Tegaskan Ada Penjarahan, Polisi : ATM, LCD, hingga Printer Diambil
“Jadi kalau ada berita media yang menyatakan bahwa penanganan menggunakan alat berat itu tidak ada, ini tidak benar,” tegasnya.
Pada kesempatan itu juga, Sutopo menjelaskan, berdasar citra satelit dengan resolusi tinggi terdapat gambaran bahwa ada daerah di Sigi seluas 202 hektar yang terdampak likuifasi sehingga diperkirakan berakibat 366 unit rumah rumah tenggelam di kedalaman 3 meter. Sedangkan di Perum Petobo dengan bentangan seluas 250 hektar dengan 168 unit rumah tertimbun lumpur.




