BeritaIndonesian NewsInternasional

Rusia Tetap Gempur Aleppo Walaupun Sebelumnya Umumkan Jeda

In this image made from video and posted online from Validated UGC, a Civil Defense worker carries a child after airstrikes hit Aleppo, Syria, Thursday, April 28, 2016. A Syrian monitoring group and a first-responders team say new airstrikes on the rebel-held part of the contested city of Aleppo have killed over a dozen people and brought down at least one residential building. The new violence on Thursday brings the death toll in the past 24-hours in the deeply divided city to at least 61 killed. (Validated UGC via AP video)

SURIAH (Jurnalislam.com) – Koalisi mujahidin Suriah dan pasukan rezim Syiah Assad bentrok di Aleppo selatan, termasuk selama periode jeda yang dijanjikan Rusia untuk memungkinkan konvoi kemanusiaan memasuki kota, menurut laporan media, lansir Aljazeera Kamis (1108/2016).

Truk yang membawa makanan tidak dapat memasuki Aleppo pada hari Kamis karena pemboman intens rezim dan Rusia, kantor berita AFP melaporkan dari wilayah timur yang dikuasai mujahidin dari kota dimana vendor swasta berhasil mengantarkan produk makanan segar.

Human Rights Watch mengatakan pada hari Kamis telah mendokumentasikan enam serangan oleh rezim atau pesawat tempur Rusia terhadap fasilitas kesehatan di utara yang menewaskan 17 orang dalam dua minggu terakhir.

“Dengan bom berat terus berlangsung tanpa henti di Aleppo, rumah sakit dan klinik terutama harus diperlakukan sebagai tempat suci yang harus dijaga, bukan sebagai tambahan target pengeboman,” kata wakil direktur Timur Tengah Nadim Houry.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault mengatakan dalam sebuah pernyataan hari Kamis bahwa ia, “Prihatin dengan adanya laporan serangan kimia baru … yang dikatakan telah menewaskan empat orang dan puluhan luka-luka.”

Aktivis mengatakan pasukan rezim Assad pada Rabu melancarkan serangan menggunakan gas klorin pada lingkungan perumahan yang dikuasai mujahidin di Aleppo.

“Kecuali jalan permanen menuju Aleppo dibuka maka hanya soal waktu sampai kita dikelilingi lagi oleh pasukan rezim, kelaparan terjadi perlengkapan rumah sakit benar-benar menipis,” kata surat itu.

Diperkirakan 1,5 juta orang tinggal di Aleppo, termasuk sekitar 250.000 warga di kabupaten yang dikuasai mujahidin Suriah.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button