ArtikelSyariah

Menjadi Kuat dengan Kisah

(Jurnalislam.com)–Kamu pasti ingin dikenang dalam kisah-kisah yang diceritakan oleh anak cucumu kelak. “Ayahmu dulu seorang bintang, Ibumu dulu seorang putri anggun, kakekmu dulu seorang patriot, nenekmu dahulu seorang wanita dermawan.”

Kisah bukan hanya tentang menceritakan dan mendengarkan. Kisah adalah memori yang menyimpan pelajaran dan seringkali mengandung idealisme. Ketika diri kita sedang runtuh, beberapa kisah bisa merehatkan diri kita. Ketika kita sedang kerontang, sekelumit kisah mampu membanjiri kita dengan air bah hikmah.

Kita memang tidak bisa menghidupkan lagi sosok Umar yang hidup 1440 tahun lalu, namun kita bisa menghadirkan keberaniannya, kecerdasan dan kepiawaiannya pada generasi kita lewat kisah-kisah. Kita juga tak mungkin memaksa Al Fatih untuk keluar dari makamnya, tapi kita kuasa menginstal Al Fatih dalam seribu kepala anak-anak muda.

Yang seperti itu, lewat kisah jalannya.  Dikisahkan dalam Al Qur’an erat kaitannya dengan sejarah. Karena sejarah adalah ilmu menjaga memori keagungan. Sejarah adalah cara kita menciptakan suasana kepahlawanan; agar anak-anak kita tidak kehilangan jati dirinya.

Dari kisah kita bisa tahu bahwa ada keagungan yang begitu membentang luas dalam bahtera peradan Islam yang dihiasi lentera-lentera keilmuan dan Arsitektur yang menawan walau mata jauh memandang.

Lihat kesatria-kesatria besar yang perannya sangat mendominasi dalam 13 abad silam. Tak dipungkiri intelektual Islam sebagai acuan bagi para aktor yang haus akan keilmuan dari berbagai penjuru dunia.

Mereka para singa sejak dalam buaian, kita saja yang menjadikannya kambing dengan kisah-kisah roman picisan atau riwayat-riwayat pahlawan berjubah palsu. Hingga zaman kita tak lagi dibalut rindu keagungan itu, tetapi malah di gerogoti oleh khayalan fiktif belaka. Sungguh ironi jika kisah saja tak kau anggap ada. [Muhammad Dyan]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button