Masjid Tertua di Belgia Diduga Diserang Anthrax
BELGIA (Jurnalislam.com) – Petugas pemadam kebakaran dan tim dekontaminasi datang ke Masjid tertua di Brussels, yang terletak dekat dengan markas Uni Eropa, setelah bubuk mencurigakan ditemukan di sana dan oleh petugas dekontaminasi dikhawatirkan sebagai serbuk mematikan anthrax, kantor berita Reuters melaporkan, Kamis (26/11/2015).
Sekitar selusin kendaraan darurat, termasuk dari polisi, terlihat pada hari Kamis di luar Masjid Agung Brussels, yang juga sebagai rumah bagi the Islamic and Cultural Centre of Belgium, kantor berita Reuters melaporkan.
Seorang juru bicara pemadam kebakaran mengatakan telah menerima telepon dari masjid yang mengatakan bahwa mereka percaya telah menemukan bubuk anthrax dan meminta didatangkan petugas spesialis.

Belum ada keterangan yang segera tentang bubuk itu.
Media Belgia mengatakan amplop bubuk putih telah ditemukan.
Masjid dan pusat Saudi tersebut terletak sekitar 200 meter dari Komisi Eropa.
Dalam insiden terpisah, polisi Belgia menggelar razia pada Kamis di sebuah kota kecil di selatan Brussels, sebuah koran lokal, La Nouvelle Gazette, mengatakan di situsnya.
"Polisi federal menggelar razia di Auvelais. Menurut sumber kami, operasi ini terkait dengan risiko serangan di Belgia," kata surat kabar itu.
Auvelais terletak sekitar 50km dari ibukota, yang berada dalam siaga tinggi.
Setelah serangan Paris pada 13 November banyak laporan ancaman terhadap Masjid yang digunakan oleh setengah juta Muslim Belgia, di antaranya beberapa ancaman dari kelompok tidak dikenal yang menamakan dirinya Negara Kristen.
Deddy | Reuters | Jurnalislam

