Internasional

Ulama Turki Kutuk Serangan Israel di Masjid Al Aqsha

ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Direktorat Departemen Agama Turki, Mehmet Gormez, mengutuk tindakan pasukan Israel pada hari Ahad (13/09/2015) di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki.

Puluhan warga Palestina terluka pada hari Ahad ketika pasukan Israel memaksa masuk ke dalam kompleks masjid dan menggunakan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan jamaah Muslim.

"Para penjajah, yaitu Israel,  harus menahan diri sebelum masalah ini mencapai titik jenuh," kata Gormez.

Gormez melanjutkan dengan memperingatkan bahwa penutupan masjid untuk jamaah Muslim dan mengizinkan ekstremis pemukim Yahudi dan pasukan Israel masuk merupakan "langkah berbahaya" yang ditujukan untuk "membagi" kompleks Masjid kaum muslimin.

Serangan hari Ahad oleh pemukim Yahudi dan pasukan keamanan Israel mengancam Al-Aqsha "dipaksa" untuk dibagi dengan cara penetapan ruang dan waktu, Gormez menambahkan.

Sebelumnya di hari yang sama, sejumlah ekstremis pemukim zionis Yahudi – yang dipimpin oleh Menteri Pertanian Israel Uri Ariel dan didukung oleh puluhan polisi dan tentara Israel – juga memaksa masuk ke kompleks masjid.

Menurut Gormez, serangan terhadap kesucian Al-Aqsha – yang telah semakin sering terjadi dalam beberapa bulan terakhir – "merupakan penghinaan terhadap semua  kaum Muslim dan semua orang yang memiliki hati nurani".

Bagi umat Islam, Al-Aqsha merupakan tempat suci ketiga di dunia. Yahudi menganggap daerah tersebut sebagai "Temple Mount", mengklaim itu adalah situs dua candi Yahudi di zaman kuno.

Beberapa kelompok Yahudi ekstremis telah menyerukan pembongkaran Masjid Al-Aqsha sehingga sebuah kuil Yahudi mungkin akan dibangun menggantikannya.

 

Baca juga: Tentara dan Baba Zionis Yahudi Membakar Gerbang Selatan Masjid Al Aqsha

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom
 

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button