Internasional

Turki Tidak Ingin Mosul Jatuh ke Tangan Milisi Syiah atau Kurdi Peshmerga

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki melaporkan penggunaan milisi Syiah untuk membebaskan Mosul akan menimbulkan masalah besar bagi penduduk Sunni disana, dan menuntut pasukan Sunni yang telah mereka latih juga berperan dalam operasi Mosul, Aljazeera melaporkan, Ahad (23/10/2016).

Puluhan ribu pasukan, termasuk pasukan federal Irak dan Kurdi Peshmerga, ambil bagian dalam serangan itu.

“Ankara ingin terlibat. Turki mengatakan itu juga tanggung jawab Turki untuk memastikan bahwa Mosul tidak jatuh ke tangan pasukan Syiah atau milisi Kurdi Peshmerga,” kata wartawan kami.

Sementara itu, pasukan khusus Irak mendorong ke Kabupaten Hamdaniya, dari selatan.

Hamdaniya, yang dianggap sebagai pintu gerbang ke Mosul, adalah wilayah perumahan padat dengan penduduk lebih dari 60.000 orang sebelum diambil alih IS.

“Pasukan Irak sekarang di Hamdaniya, mulai bergerak menuju pusat kota,” kata Al Jazeera Zeina Khodr, melaporkan dari pinggiran Hamdiniya.

“Tapi ini akan menjadi pertempuran yang sangat sengit karena IS masih memiliki penembak jitu di daerah tersebut. Dan mereka masih menggunakan bom mobil.”

Sekitar 1,5 juta penduduk masih tetap terjebak di Mosul dan perkiraan skenario terburuk adalah hingga satu juta yang akan terluka dan tewas, menurut PBB. Badan-badan bantuan PBB mengatakan pertempuran sejauh ini telah memaksa sekitar 6.000 penduduk meninggalkan rumah mereka.

Related Articles

Back to top button