Lagi, Bentrokan Bersenjata Meletus di Perbatasan Myanmar dengan China, 30 Tewas

MYANMAR (jurnalislam.com) – Sedikitnya 30 orang tewas di wilayah di perbatasan Myanmar dengan China setelah oposisi Myanmar – beberapa orang mengenakan seragam polisi – meluncurkan serangan mendadak, menurut pihak berwenang.
Kantor berita Aljazeera mengatakan, bentrokan di hari Senin (06/03/2017) tersebut termasuk yang terburuk yang pernah terjadi di wilayah Kokang sejak pertempuran pada tahun 2015 yang menyebabkan sejumlah orang tewas dan memaksa puluhan ribu mengungsi melintasi perbatasan ke China. Wilayah Kokang terletak di timur laut negara bagian Shan dan penduduknya berbahasa China.
Oposisi dari kelompok Myanmar Nationalities Demokrat Alliance Army (MNDAA) melancarkan serangan pada Senin pagi terhadap polisi dan pos-pos militer di Kokang, menurut kantor Aung San Suu Kyi, pemimpin de facto Myanmar.
Sebuah kelompok pejuang yang terpisah juga menyerang lokasi di Laukkai, sebuah kota utama di Kokang.
“Menurut informasi awal, banyak warga sipil tak berdosa termasuk seorang guru sekolah dasar yang tewas karena serangan oleh kelompok bersenjata MNDAA,” kata kantor konselor negara dalam sebuah pernyataan.
Ia juga mengatakan beberapa penyerang mengenakan seragam polisi setempat.
Pernyataan, yang disertai dengan gambar grafis beberapa orang yang mati dan terluka, mengatakan sedikitnya lima warga sipil dan lima polisi setempat tewas dalam pertempuran itu.
Ia juga mengatakan bahwa 20 lebih “mayat yang terbakar” telah ditemukan bersama senjata.
Zaw Htay, juru bicara pemerintah, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa 20 mayat merupakan milisi MNDAA.
Video yang belum diverifikasi yang tersebar di media sosial menunjukkan bagian-bagian kota masih terbakar pada Senin sore saat warga sipil bergegas menyelamatkan diri di tengah rentetan tembakan senjata kecil.


